ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Pasar Cermati Meningkatnya Harapan Pemulihan Ekonomi

Rabu, 14 April 2021 | 09:00 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Investor melihat harga saham menggunakan telepon pintar di Jakarta.
Investor melihat harga saham menggunakan telepon pintar di Jakarta. (Beritasatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com- Para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/4/2021) mencermati melandainya jumlah pasien terpapar Covid-19 sehingga meningkatkan harapan pemulihan ekonomi lebih cepat dan berimbas pada naiknya indeks kepercayaan diri konsumen.

Dalam riset hariannya, Pilarmas Sekuritas menjelaskan, sejauh ini indeks kepercayaan diri konsumen berada di level 93,4. Angka tersebut menggambarkan naiknya kepercayaan diri konsumen terhadap upaya pemerintah menangani pandemi dan pemulihan permintaan ekspor yang diiringi tren surplus neraca perdagangan. "Meskipun masih jauh dibandingkan tahun 2019, namun stimulus fiskal maupun moneter cukup berdampak pada pemulihan ekonomi," jelas Pilarmas.

Pilarmas menambahkan, saat ini para pelaku pasar menantikan seberapa cepat pemulihan dapat mengembalikan kepercayaan diri investor baik asing maupun lokal untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Pilarmas juga mengutip pernyataan dari ekonom yang menyatakan kuartal II ekonomi Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan signifikan. Proyeksi ini diambil berdasarkan faktor low base effect dimana tahun lalu perekonomian terkontraksi -5,32%. "Kondisi ini juga didukung dengan pelonggaran aktivitas kantor, penurunan jumlah kasus, program vaksinasi dan pemulihan permintaan," ujar Pilarmas.

ADVERTISEMENT

Dalam hasil konsensus yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 dapat berada pada 2,6% secara kuartalan. Ditopang stimulus yang bertujuan mendorong ekspansi bisnis, mengurangi beban operasional dan meningkatkan daya beli diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun ini.

Secara garis besar, Pilarmas menilai, pemulihan baru akan terasa di kuartal III dan IV tahun ini. Hal tersebut seiring dengan efektifnya insentif dari pemerintah maupun lembaga keuangan untuk menggerakkan konsumsi terutama pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect. Percepatan distribusi dan vaksinasi juga merupakan salah satu momen penting untuk menjaga agar perekonomian dapat tumbuh.

"Tentu harapan kami setidaknya hingga semester dua vaksin sudah dapat diberikan setengah populasi di Indonesia. Jalannya perekonomian, kuatnya perekonomian, tergantung sejauh mana distribusi dan vaksinasi yang menimbulkan rasa aman masyarakat,"pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Di Tengah Luka Banjir, Pasar Kuala Simpang Hidup Jelang Lebaran

Di Tengah Luka Banjir, Pasar Kuala Simpang Hidup Jelang Lebaran

NUSANTARA
Rehabilitasi Mangrove BNI Dorong Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Rehabilitasi Mangrove BNI Dorong Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

EKONOMI
BPS: Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Jadi Kunci Pemulihan 2026

BPS: Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Jadi Kunci Pemulihan 2026

EKONOMI
Outlook Ekonomi 2026, Ekonom Bank Mandiri Nilai Akselerasi Pemulihan Tetap Terjaga lewat Sinergi Kebijakan Pemerintah

Outlook Ekonomi 2026, Ekonom Bank Mandiri Nilai Akselerasi Pemulihan Tetap Terjaga lewat Sinergi Kebijakan Pemerintah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon