Lemhannas Dorong Sosial Budaya Jadi Modal Pemulihan Ekonomi Nasional
Sabtu, 29 Mei 2021 | 09:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dalam kondisi keterpurukan perekonomian Indonesia saat ini, diperlukan alternatif game changer dalam pemulihan ekonomi nasional. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menilai sosial budaya yang telah ada di masyarakat sejak lama diharapkan menjadi sebuah kekuatan untuk menggalang kebersamaan masyarakat menumbuhkan kembali inovasi dan terobosan.
Hal ini disampaikan Ketua Seminar Nasional PPRA LXII Lemhannas, Kolonel Pnb Aldrin P Mongan dalam FGD-1 di Ruang Kresna Lemhannas dengan tema "modal sosial budaya untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional".
"Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui modal sosial budaya. Selain itu modal sosial budaya juga diharapkan menjadi sebuah kekuatan untuk menggalang kebersamaan masyarakat menumbuhkan kembali inovasi dan terobosan untuk menggerakan roda perekonomian di lapisan yang paling bawah guna pemulihan perekonomian nasional, ujar Aldrin P Morgan dalam siaran pers, Sabtu (29/5/2021)
Seminar FGD-1 menggali berbagai permasalahan dengan kekuatan modal sosial budaya masyarakat Indonesia yang sudah ada sejak lama menjadi sebuah kekuatan di berbagai daerah untuk bertahan dan keluar dari kondisi saat ini.
Aldrin berharap dari kegiatan ini didapatkan solusi yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui modal sosial budaya.
"Focus Group Discussion ini juga dimaksudkan untuk memutakhirkan data dalam persiapan sampai pada seminar akhir nantinya di bulan Agustus tahun 2021. Seluruh peserta PPRA LXII berharap FGD-I tersebut dapat mencapai tujuan objektif guna mempersiapkan seminar nasional sebagai acara utama," tambah Aldrin.
Lebih lanjut Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas, Mayjen TNI Sugeng Santoso juga menyampaikan bahwa dalam merumuskan sebuah gagasan, tantangan terbesar adalah bagaimana penulisan yang dihasilkan dapat sampai pada temuan yang konkret dan dapat dilaksanakan sebagai hasil analisis pengolahan data faktual secara kritis.
"Apabila seminar dapat menghasilkan temuan seperti itu maka seminar telah memberi sumbangan yang berarti bagi pemecahan masalah dalam masyarakat".
FGD-1 ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Seminar Nasional PPRA LXII Lemhannas yang menurut rencana akan di selenggarakan secara hybrid pada tanggal 25 Agustus 2021.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




