ESDM Pilah Golongan Subsidi Listrik Daya 450 VA
Rabu, 2 Juni 2021 | 16:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya menekan subsidi listrik dengan melakukan pemilahan data golongan pelanggan subsidi daya 450 volt ampere (VA). Pemilahan tersebut mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mekanisme pemilahan ini dinilai sebagai bentuk pemberian subsidi listrik tepat sasaran.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, golongan daya 450 VA mencapai 24,49 juta. Dari jumlah tersebut sekitar 9,3 juta pelanggan masuk dalam DTKS. Sedangkan 15,19 juta pelanggan tidak masuk dalam DTKS.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemilahan pelanggan subsidi 450 VA merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Apabila dilakukan evaluasi dengan memisahkan pelanggan 450 VA yang tidak masuk data terpadu DTKS, subsidi bisa diturunkan jadi Rp 39,5 triliun," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (2/6).
Arifin mengungkapkan pemilahan pelanggan mampu menekan dana subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Dia menuturkan usulan anggaran subsidi listrik di tahun depan sebesar Rp 61,83 triliun. Usulan anggaran itu masih mengacu data sebelum pemilahan pelanggan 450 VA.
Dari bahan paparan dalam rapat kerja tersebut, komposisi subsidi listrik sebesar 58,2% merupakan pelanggan 450 VA. Dari Rp 61,83 triliun usulan subsidi listrik tahun depan sekitar Rp 36 triliun alokasi pelanggan 450 VA. Dengan pemilahan pelanggan 450 VA mampu menekan Rp 22,33 triliun anggaran subsidi tahun depan.
Pemilahan golongan subsidi bukan kali pertama dilakukan Kementerian ESDM. Sebelumnya telah dilakukan pemilahan pelanggan subsidi golongan 900 VA.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




