Kemkominfo Anggarkan Capex Palapa Ring Rp 8,6 Triliun
Rabu, 9 Juni 2021 | 14:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 8,6 triliun untuk mengoptimalkan pemanfaatan jaringan backbone Palapa Ring hingga 2023. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 3,5 triliun akan dialokasikan untuk 2022, dan Rp 5,1 triliun untuk 2023.
"Konstruksi dan pergelaran yang akan dilakukan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 meliputi nilai total capex sekitar Rp8,6 triliun dengan kebutuhan anggaran Rp3,5 triliun untuk tahun 2022 dan Rp 5,1 triliun di tahun 2023," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, Selasa (8/6/2021).
Sementara, berkaitan dengan optimasi pemanfaatan Palapa Ring tahun 2022 juga akan dilakukan integrasi Palapa Ring (Paket Barat, Tengah, Timur) dengan usulan total jaringan sepanjang 12.083 kilometer (km) atau sekitar 40%. "Adapun masing-masing terdiri dari 8.203 km kabel darat dan kabel laut sepanjang 3.880 km," ujarnya.
Sedangkan untuk penyediaan kapasitas satelit demi mendukung tersedianya akses internet, Menkominfo menyebut, saat ini telah tersedia dan beroperasi satelit berkapasitas 21 gigabyte per second (Gbps). Jumlah kapasitas tersebut, akan terus ditambah hingga 2024.
"Di tahun 2021, Kemkominfo akan menambahkan kapasitas sebesar 9 Gbps, tahun 2022 dilakukan penambahan 7 Gbps. Dan sampai tahun 2024 nanti akan tersedia kapasitas satelit sekitar 117 Gbps," tandasnya.
Selain optimalisasi pemanfaatan Palapa Ring dan satelit, Kemkominfo juga terus menggenjot pembangunan base tranceiver station (BTS). Saat ini, sebanyak 1682 BTS telah beroparasi aktif. Jumlah tersebut juga akan terus ditambah hingga 2024.
"Di tahun 2021 Kemkominfo akan menyelesaikan pembangunan 4.200 BTS, saat ini sedang dalam proses konstruksi, dan dilanjutkan di tahun 2022 sebanyak 3.704 BTS baru," jelasnya.
Sementara, penyelesaian pembangunan BTS hingga tahun 2024, diharapkan total keseluruhan sebanyak 9.586 BTS telah terbangun dan beroperasi penuh.
Sedangkan, terkait penyediaan akses internet, Menkominfo menjelaskan penyediaan akses internet baru saat ini berjumlah 4.574 titik pada tahun 2021. Data tersebut melengkapi 11.817 titik akses internet yang telah tersedia sebelumnya.
"Di tahun 2022 akan dilakukan penggelaran akses 22.000 titik secara masif dan terus meningkat tiap tahunnya hingga tersedia 78.391 titik akses internet pada akhir tahun 2024 nanti," ungkapnya.
Sementara itu, guna mendukung dan menyambut era baru, yaitu teknologi 5G, Kemkominfo juga melakukan farming dan refarming spektrum frekuensi radio.
"Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia telah memulai era baru, yaitu era 5G. Banyak sekali keunggulan dan kemudahan yang akan didapat dengan diimplementasikan teknologi ini," ujarnya.
Johnny menambahkan, spektrum frekuensi radio dapat dianalogikan sebagai oksigen dalam implementasi 5G. "Tahun ini upaya farming dan refarming spektrum frekuensi radio untuk mendorong percepatan pemerataan jaringan 5G dan 4G," tegasnya.
Lebih jauh, Menkominfo mengungkapkan, pada tahun 2021, Kemkominfo juga telah melakukan pembebasan frekuensi baru untuk mobile broadband sebanyak 90 Mhz. Sehingga total tambahan spektrum frekuensi mencapai 120 Mhz.
Sedangkan, pada tahun 2022, Kemkominfo berencana menambah frekuensi mobile broadband sebanyak 1.000 Mhz, sehingga total farming dari refarming spektrum frekuensi mencapai 1.120 Mhz.
"Sedangkan untuk tahun 2024 tambahan 190 Mhz, maka total farming dan refarming mencapai 1.310 Mhz. Tambahan spektrum frekuensi akan mempercepat pemerataan jaringan 5G di Indonesia," tandas Johnny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




