Pertumbuhan Siloam Dorong Kinerja Lippo Karawaci
Jumat, 18 Juni 2021 | 12:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan kinerja emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diprediksi berlanjut sepanjang 2021. Hal itu pun turut menguntungkan pemegang saham utamanya, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian dalam risetnya menyebutkan kinerja emiten pengelola RS Siloam itu menanjak karena kuatnya pendapatan, pertumbuhan margin, dan tarif pajak yang lebih rendah. Siloam Hospitals membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 143,89 miliar pada kuartal I-2021. Perolehan itu melejit 788,5% dibandingkan kuartal I-2020 sebesar Rp 16,19 miliar.
Pada tahun 2021, Siloam Hospitals berencana membuka dua rumah sakit baru yang berlokasi di Surabaya dan Banjarmasin, yang masing-masing memiliki kapasitas 98 dan 66 tempat tidur. Menurut Robert, kedua RS memiliki lokasi yang strategis dan pasar profitabilitas yang kuat. "Ke depan, pertumbuhan kinerja SILO juga terdorong kebutuhan layanan kesehatan masyarakat segmen menengah ke atas," paparnya, Jumat (18/6/2021).
Pada 2021, Robert memprediksi Siloam Hospitals dapat membukukan pendapatan Rp 8,12 triliun dan laba bersih Rp 463 miliar. Nilai tersebut meningkat dari pendapatan pada 2020 sejumlah Rp 7,11 triliun dan laba Rp 116 miliar. "Peningkatan laba SILO didukung naiknya margin laba kotor layanan rawat inap dan rawat jalan pada 2021," ujarnya.
Pertumbuhan kinerja perseroan pun bakal mendongkrak kinerja induk usahanya yakni Lippo Karawaci. Apalagi, menurut Robert, Siloam Hospitals berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan Lippo Karawaci, yakni sekitar 60%.
Mengutip laporan keuangan per Desember 2020, total pendapatan Lippo Karawaci mencapai Rp 11,96 triliun, dengan kontribusi bisnis healthcare sejumlah Rp 7,11 triliun atau 59,45%. Siloam Hospitals menyisihkan laba yang didapat untuk dibagikan sebagai dividen tahun buku 2020 senilai total Rp 226 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 pada 28 April 2021.
Sebagai pemegang 55,4% saham Siloam Hospitals, Lippo Karawaci pun mengantongi dividen senilai Rp 125,20 miliar. "Saya rasa bagus untuk LPKR adanya dividen dan kontribusi peningkatan kinerja dari SILO," tegasnya.
Sementara itu, pada kuartal I-2021, Siloam Hospitals meraih laba bersih sebesar Rp 150 miliar atau tumbuh 672% year on year (yoy) dibandingkan Rp 19,5 miliar pada kuartal I-2020. Sementara, margin laba bersih meningkat menjadi 7,9% di kuartal I-2021 dibandingkan dengan 1,3% pada kuartal I-2020. Pendapatan juga tercatat sebesar Rp 1,91 triliun, tumbuh 32,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,44 triliun.
Presiden Direktur Siloam International Hospitals Ketut Budi Wijaya menegaskan, perseroan terus fokus pada biaya manajemen sebagai bagian dari rencana efisiensi jangka panjang. Peningkatan profitabilitas telah didorong oleh fokus berkelanjutan manajemen untuk peningkatan pendapatan dan strategi manajemen biaya, serta pelaksanaan program pengobatan dan pengujian Covid-19.
Pada akhir kuartal pertama 2021, kas dan setara Siloam adalah Rp 1,13 triliun dan gearing ratio pada 2,2%. Arus kas dan posisi kas Siloam yang kuat memberi manajemen fleksibilitas untuk dapat mengembangkan bisnis.
Sebelumnya, CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, bisnis rumah sakit melalui anak usaha Lippo Karawaci, yakni Siloam Hospital membukukan kinerja yang baik. "Bisnis rumah sakit terus menunjukkan sinyal positif seiring dengan meningkatnya vaksinasi. Secara grup, kami terus mendukung upaya pemerintah untuk upaya vaksinasi melalui fasilitas mal dan rumah sakit kami. Sampai sekarang, sekitar 150.000 warga Indonesia telah divaksin melalui fasilitas yang kami sediakan," kata John.
Adapun, pada kuartal I-2021, total pendapatan Lippo Karawaci tumbuh 9,9% menjadi Rp 3,41 triliun. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tumbuh 31% menjadi Rp 924 miliar dan laba bersih pun meningkat menjadi Rp 256 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




