Akuisisi hingga Ekspansi Jadi Upaya Siloam Perkuat Layanan Kesehatan
Selasa, 12 Mei 2026 | 17:36 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - PT Siloam International Hospitals Tbk membuka peluang ekspansi dan akuisisi rumah sakit secara selektif sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi perusahaan di sektor layanan kesehatan nasional hingga Asia Tenggara.
Head of Investor Relations Siloam Elbert Hartanto mengatakan, langkah ekspansi maupun akuisisi akan dilakukan berdasarkan peluang yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan arah pengembangan bisnis perseroan.
"Sebagaimana yang kita bilang bahwa kami melihat ada opportunity apa dan juga hal apa yang di luar sana bisa kami lakukan untuk menambah kapasitas kami. Akuisisi itu sifatnya case by case kalau memang ada yang tepat," ujar Elbert seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Siloam di Lippo Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2026).
Elbert menjelaskan, pendanaan untuk ekspansi dan akuisisi dapat berasal dari kas internal perusahaan, pinjaman, maupun sumber pendanaan lainnya. Namun, Siloam belum menetapkan alokasi anggaran khusus untuk aksi korporasi tersebut.
"Belum tentu anggarannya itu, misal ada kesempatan yang lebih bagus dan kita tidak bisa melakukan itu hanya karena ada angka tertentu," tegas Elbert.
Saat ini, Siloam sedang menyiapkan sejumlah proyek pengembangan rumah sakit di beberapa kota, seperti Semarang, Surabaya, dan Makassar. Namun, perusahaan menegaskan fokus utama bukan hanya menambah jumlah rumah sakit atau kapasitas tempat tidur pasien.
Menurut Elbert, Siloam lebih memprioritaskan peningkatan kompleksitas layanan medis dan kualitas penanganan pasien guna meningkatkan nilai layanan kesehatan yang diberikan.
"Saya utamakan lebih tingkatkan kompleksitas, meningkatkan dari segi average revenue per occupied bed," ungkapnya.
Selain memperluas layanan kesehatan, Siloam juga terus mengembangkan kampanye “Check Before You Fly” untuk mengurangi jumlah pasien Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk berkonsultasi dan memperoleh second opinion dari dokter spesialis di jaringan Rumah Sakit Siloam sebelum memutuskan menjalani pengobatan di luar negeri.
"Terbukti bahwa banyak yang sudah datang ke Siloam, sudah konsultasi sama dokter-dokter kita, justru tidak jadi ke luar negeri," tambah Elbert.
Program itu diperkuat dengan pengembangan layanan unggulan atau center of excellence yang mencakup bidang kardiologi, onkologi, neurologi, gastroenterologi, ortopedi, hingga urologi dan nefrologi.
"Kami mau buktikan bahwa sebetulnya Indonesia juga bisa diandalkan," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




