Investor Diminta Garap Sektor Pariwisata Indonesia
Senin, 22 Oktober 2012 | 15:27 WIB
Untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional, sektor pariwisata perlu dikembangkan.
Pemerintah berharap, investor asing dan domestik agar meningkatkan modalnya di industri pariwisata Indonesia.
Kuatnya fundamental ekonomi nasional menjadi daya tarik investasi di sektor tersebut.
"Momentum seperti ini semoga bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk investasi pariwisata dan ekonomi di Indonesia. Untuk energi, teknologi, infrastruktur, dan aspek ekonomi lainnya," kata Deputi bidang Industri dan Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawadi, dalam pembukaan diskusi sehari bertajuk "Indonesia Tourism Investment Day" di Jakarta, hari ini.
Edy mengatakan, tren positif ekonomi Indonesia yang ditandai terus meningkatnya produk domestik bruto (PDB) bukan jaminan terus berlangsung dalam jangka panjang.
Menurutnya, untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional, sektor pariwisata perlu dikembangkan. "Indonesia harus hati-hati. Tetapi kita optimis, di 2014 akan sedikit lebih baik," katanya.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah, mengatakan saat ini Tanjung Lesung menjadi salah satu tujuan pariwisata baik nasional maupun manca negara. "Potensinya besar, investor bisa memanfaatkan peluang itu," kata dia.
Destinasi lain yang turut menjadi perhatian dunia pariwisata Indonesia diantaranya adalah Lagoi Bay di Kepulauan Riau, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Teluk Mekaki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Danau Toba di Sumatera Utara, Sabang di Aceh, dan destinasi pariwisata lainnya.
Dalam acara Indonesia Tourism Investment Day, turut hadir beberapa investor properti lokal Indonesia asal China, Japan, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Inggris, dan lainnya.
Pemerintah berharap, investor asing dan domestik agar meningkatkan modalnya di industri pariwisata Indonesia.
Kuatnya fundamental ekonomi nasional menjadi daya tarik investasi di sektor tersebut.
"Momentum seperti ini semoga bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk investasi pariwisata dan ekonomi di Indonesia. Untuk energi, teknologi, infrastruktur, dan aspek ekonomi lainnya," kata Deputi bidang Industri dan Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawadi, dalam pembukaan diskusi sehari bertajuk "Indonesia Tourism Investment Day" di Jakarta, hari ini.
Edy mengatakan, tren positif ekonomi Indonesia yang ditandai terus meningkatnya produk domestik bruto (PDB) bukan jaminan terus berlangsung dalam jangka panjang.
Menurutnya, untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional, sektor pariwisata perlu dikembangkan. "Indonesia harus hati-hati. Tetapi kita optimis, di 2014 akan sedikit lebih baik," katanya.
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah, mengatakan saat ini Tanjung Lesung menjadi salah satu tujuan pariwisata baik nasional maupun manca negara. "Potensinya besar, investor bisa memanfaatkan peluang itu," kata dia.
Destinasi lain yang turut menjadi perhatian dunia pariwisata Indonesia diantaranya adalah Lagoi Bay di Kepulauan Riau, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Teluk Mekaki di Nusa Tenggara Timur (NTT), Danau Toba di Sumatera Utara, Sabang di Aceh, dan destinasi pariwisata lainnya.
Dalam acara Indonesia Tourism Investment Day, turut hadir beberapa investor properti lokal Indonesia asal China, Japan, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Inggris, dan lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




