Tiga Unicorn Segera Melantai di Bursa
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Assistant Vice President Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) Bima Ruditya Surya mengatakan, berdasarkan pipeline per 24 Juni 2021, saat ini terdapat 25 perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaranumum saham perdana (initial public offering/IPO) saham.
Sebanyak tiga dari 25 perusahaan tersebut berasal dari sektor teknologi atau sektor asal dari sektor unicorn yang ada di Indonesia. Adapun unicorn atau startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar yang disinyalir akan melakukan IPO itu adalah GoTo dan Bukalapak. Namun, Bima tidak menjawab secara detail mengenai hal tersebut. "Saya tidak bisa menjawab secara rinci, tinggal tunggu tanggal mainnya. Harapannya bisa masuk ke pasar kita," ujar dia dalam acara Zooming With Primus dengan tema "Startup Masuk Bursa" secara Virtual, Kamis (24/6/2021).
Menurut Bima, memang dari awal pihaknya sudah berkomunikasi secara intens dengan beberapa unicorn yang ada di Indonesia untuk melakukan IPO saham. Melalui komunikasi itu, bursa berharap para unicorn tersebut bisa segera mencatatkan sahamnya (listing) di bursa Tanah Air. Pihak bursa juga tengah menyiapkan peraturan untuk menyambut unicorn ini karena kehadiran mereka merupakan hal yang luar biasa bagi pasar modal Tanah Air. Adapun sejumlah aturan itu adalah kebijakan indeks sektoral melalui IDX IC yang disesuaikan dengan perkembangan terkini. Lalu, bursa bersama otoritas juga sedang merancang peraturan mengenai multiple voting shares untuk melindungi hak para pendiri dalam unicorn tersebut.
Melalui aturan ini, Bima berharap para unicorn ini bisa memilih bursa dalam negeri. Pasalnya, berdasarkan pengalaman di bursa negara lain yang terlalu banyak mempertimbangkan, akhirnya membuat unicorn tersebut mencatatkan sahamnya di negara lain. Meski untuk kasus unicorn yang ada di Indonesia, bursa tidak menutup kesempatan bagi bursa itu untuk tercatat di bursa tanah air dan negara lain (dual listing). "Apapun skemanya bisa dilakukan, apakah itu di IDX only atau dual listing," terang dia.
Harapannya, setelah unicorn ini masuk ke bursa bisa memberikan semangat baru bagi pasar modal di Indonesia. Apalagi fenomena berkembangnya perusahaan teknologi ini sudah ada di bursa Amerika Serikat (AS). Pada 2020, perusahaan seperti Microsoft, Google ataupun Alphabet menggantikan perusahaan konvensional yang pada 2010 merajai bursa di AS. Fenomena ini juga tentunya akan datang ke Indonesia yang terlihat dari perkembangan unicorn yang ada.
Bima menyebutkan, dari 14 atau 15 unicorn yang ada di Asia Tenggara, sekitar tujuh unicorn berasal dari Indonesia. "Booming yang ada di global market, mulai datang ke kita," papar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




