Pemerintah Jajaki Terbitkan Sukuk Global Tenor 10 Tahun
Rabu, 14 November 2012 | 13:20 WIB
Sudah menunjuk penjamin emisi yakni Deutsche Bank AG, HSBC Holding Plc dan Stadard Chartered Plc.
Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) berdenominasi dollar dengan tenor 10 tahun. Penerbitan untuk yang ketiga kalinya ini akan menawarkan return berkisar 3,5 persen.
"Saat ini pemerintah tengah menjajaki harga, bunga yang akan ditawarkan di level 3,5 persen ," kata salah seorang sumber eksekutif yang mengetahui transaksi tersebut, Rabu (14/11).
Sumber tersebut tidak menyebutkan, nilai obligasi sukuk global yang akan diterbitkan pemerintah. Dia hanya mengungkapkan, pemerintah sudah menunjuk penjamin emisi yakni Deutsche Bank AG, HSBC Holding Plc dan Stadard Chartered Plc.
Rencananya, dana sukuk global digunakan untuk membiayai kebutuhan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil (yiled) obligasi konvensional non syariah berdenominasi dollar untuk jatuh tempo 22 tahun per hari ini (14/11) di level 2,92 persen.
Indonesia dengan penduduk dengan muslim terbesar di dunia pertama kali menerbitkan sukuk global pada April 2009 senilai US$650 juta dengan tenor lima tahun dan yield 8,8 persen.
Pemerintah juga menerbitkan sukuk global senilai US$1 miliar pada November 2009 bertenor 10 tahun dan yield 4,4 persen.
Head Investmen Banking PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Priyo Santoso menyatakan, surat utang yang diterbitkan Indonesia maupun korporasi asal Indonesia lebih banyak diuntungkan sejak peringkat utang Indonesia naik ke level layak investasi dari sejumlah institusi global seperti Fitch Rating dan Moodys Investor Service.
"Ini tentu positif bagi kita," kata dia.
Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) berdenominasi dollar dengan tenor 10 tahun. Penerbitan untuk yang ketiga kalinya ini akan menawarkan return berkisar 3,5 persen.
"Saat ini pemerintah tengah menjajaki harga, bunga yang akan ditawarkan di level 3,5 persen ," kata salah seorang sumber eksekutif yang mengetahui transaksi tersebut, Rabu (14/11).
Sumber tersebut tidak menyebutkan, nilai obligasi sukuk global yang akan diterbitkan pemerintah. Dia hanya mengungkapkan, pemerintah sudah menunjuk penjamin emisi yakni Deutsche Bank AG, HSBC Holding Plc dan Stadard Chartered Plc.
Rencananya, dana sukuk global digunakan untuk membiayai kebutuhan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil (yiled) obligasi konvensional non syariah berdenominasi dollar untuk jatuh tempo 22 tahun per hari ini (14/11) di level 2,92 persen.
Indonesia dengan penduduk dengan muslim terbesar di dunia pertama kali menerbitkan sukuk global pada April 2009 senilai US$650 juta dengan tenor lima tahun dan yield 8,8 persen.
Pemerintah juga menerbitkan sukuk global senilai US$1 miliar pada November 2009 bertenor 10 tahun dan yield 4,4 persen.
Head Investmen Banking PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Priyo Santoso menyatakan, surat utang yang diterbitkan Indonesia maupun korporasi asal Indonesia lebih banyak diuntungkan sejak peringkat utang Indonesia naik ke level layak investasi dari sejumlah institusi global seperti Fitch Rating dan Moodys Investor Service.
"Ini tentu positif bagi kita," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




