Garuda Indonesia Terbitkan Obligasi US$200 Juta
Kamis, 22 November 2012 | 07:53 WIB
Perseroan akan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) pada awal 2013
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menerbitkan obligasi sebesar US$200 juta pada semester I-2013. Dana hasil emisi surat utang itu akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan senilai US$200-400 juta.
BUMN penerbangan tersebut akan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS dan rupiah, masing-masing setara US$100 juta. Perseroan akan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) pada awal 2013.
“Dengan mengombinasikan obligasi dolar AS dan rupiah, rugi kurs bisa berkurang. Selama ini, kami cukup banyak ber transaksi dalam dolar AS,” kata Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono di Jakarta, Rabu (21/11).
Handrito mengharapkan, dana hasil emisi obligasi dapat membiayai 50 persen capex tahun depan. Sisanya bakal didanai pinjaman bank. “Tahun depan, sekitar 70 persen dana capex dialokasikan untuk me- nambah pesawat, sedangkan 30 persen untuk modal kerja,” jelas dia.
Sementara untuk tahun ini Garuda telah memenuhi kebutuhan dananya menyusul pinjaman sebesar US$120 juta.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menerbitkan obligasi sebesar US$200 juta pada semester I-2013. Dana hasil emisi surat utang itu akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan senilai US$200-400 juta.
BUMN penerbangan tersebut akan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS dan rupiah, masing-masing setara US$100 juta. Perseroan akan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) pada awal 2013.
“Dengan mengombinasikan obligasi dolar AS dan rupiah, rugi kurs bisa berkurang. Selama ini, kami cukup banyak ber transaksi dalam dolar AS,” kata Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono di Jakarta, Rabu (21/11).
Handrito mengharapkan, dana hasil emisi obligasi dapat membiayai 50 persen capex tahun depan. Sisanya bakal didanai pinjaman bank. “Tahun depan, sekitar 70 persen dana capex dialokasikan untuk me- nambah pesawat, sedangkan 30 persen untuk modal kerja,” jelas dia.
Sementara untuk tahun ini Garuda telah memenuhi kebutuhan dananya menyusul pinjaman sebesar US$120 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




