Pertamina Siapkan 80.000 KL Avtur untuk Penerbangan Haji 2026
Kamis, 23 April 2026 | 05:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80.000 kiloliter (kl) avtur guna mendukung kebutuhan penerbangan jamaah calon haji Indonesia pada musim haji 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjamin kelancaran mobilitas udara jemaah melalui layanan energi yang andal dan terintegrasi.
"Layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yakni fase pertama pada 22 April hingga 21 Mei 2026, serta fase kedua pada 1 hingga 30 Juni 2026," ucapnya dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026).
Pada kedua fase tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan operasional dan keandalan pasokan avtur di seluruh titik layanan.
Sebagai subholding downstream PT Pertamina (Persero), perusahaan memegang peran penting dalam penyediaan energi sektor aviasi nasional, khususnya untuk mendukung penerbangan haji.
Dukungan ini diwujudkan melalui kesiapan operasional di 14 lokasi embarkasi haji, di antaranya Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Soekarno-Hatta, Kertajati, Adi Soemarmo, Juanda, Lombok International Airport, Sepinggan, Syamsudin Noor, Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport (YIA) yang menjadi embarkasi baru pada 2026.
Roberth menegaskan bahwa kesiapan tersebut didukung oleh sistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Hal ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan haji secara aman, tepat waktu dan sesuai standar layanan," ujarnya.
Distribusi avtur dilakukan melalui jaringan terintegrasi yang mencakup kilang, terminal BBM, aviation fuel terminal, hingga layanan pengisian langsung ke pesawat (into-plane). Sistem ini memungkinkan penyaluran avtur berjalan optimal di seluruh bandara, termasuk bandara penyangga logistik.
Pertamina juga memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman di seluruh titik layanan dengan dukungan manajemen logistik yang adaptif guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode puncak haji.
Lebih lanjut, proyeksi kebutuhan avtur sebesar 80.000 kl tersebut meningkat sekitar 1,2% dibandingkan musim haji sebelumnya dan 5,6% di atas rata-rata penyaluran harian normal.
"Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi," jelas Roberth.
Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem Digital Ground Operation (DGO).
Sistem ini memungkinkan proses pemantauan pengisian hingga validasi transaksi dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi, efisiensi, serta ketertelusuran distribusi avtur kepada maskapai penerbangan haji seperti Garuda Indonesia dan Saudia.
Implementasi digitalisasi ini juga mendukung penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta meningkatkan akuntabilitas layanan.
"Langkah ini juga sekaligus menjadi bagian dari peran strategis Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kehadiran negara melalui layanan energi yang andal, serta mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia," tutup Roberth.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




