Natal-Tahun Baru, Wamenkeu Minta Semua Pihak Disiplin Prokes
Senin, 22 November 2021 | 13:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara meminta seluruh pihak untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) menjelang momentum Natal dan Tahun Baru. Dia khawatir momentum tersebut dapat mendorong kembali peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini sudah dalam tren melandai.
"Kita punya momentum Natal dan Tahun Baru yang harus kita amankan supaya tidak menjadi sumber penularan Covid-19, penularan yang besar di tengah-tengah masyarakat," tuturnya saat menyampaikan keynote speech pada acara Economic Outlook 2022 yang digelar oleh BeritaSatu Media Holdings (BSHM), Senin (22/11/2021).
Perbaikan yang signifikan diyakininya akan tetap berlanjut, namun kewaspadaan juga harus terus dijaga, karena Covid-19 masih tetap ada. Pasalnya, saat kasus Covid-19 naik maka mobilitas harus diturunkan sehingga akan memberikan efek domino ke semua sektor. Salah satunya, mobilitas ekonomi akan turun yang membuat perekonomian juga akan kembali menurun.
Namun ketika kasus Covid-19 menurun pemerintah coba menaikkan kembali sisi mobilitas.
"Kita bisa handle kehidupan kita sehingga kita dengan vaksinasi herd immunity. Kita bisa tangani agar mobilitas tidak harus diturunkan terlalu dalam. Namun kita harus jaga-jaga jangan sampai penularannya kemudian meningkat lagi," tuturnya.
Lebih lanjut, Wamenkeu mengatakan pemerintah akan terus mengakselerasi percepatan vaksinasi agar target herd immunity segera terbentuk.
Berdasarkan data yang dipaparkan hingga 19 November Indonesia menjadi negara kelima dengan vaksinasi Covid-19 terbesar di dunia mencapai 222,57 juta dosis. Secara rinci realisasi kumulatif vaksinasi dosis pertama telah mencapai 133,40 juta atau 49,37% dari populasi dan 64,05% dari target.
Kemudian masyarakat yang telah mendapatkan 2 kali dosis sebanyak 87,96 juta atau 32,55% populasi dan sudah mencapai 42,24% dari target. Sedangkan vaksinasi ketiga atau booster mencapai 1,20 juta atau 0,445 dari populasi.
"Karena itu, vaksinasi harus kita amankan dan kita selesaikan dengan baik dalam konteks seperti itu maka dinamika kondisi ekonomi yang ada di tengah-tengah masyarakat dicoba ditangani dengan salah satunya dengan kebijakan fiskal," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




