ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PMI Manufaktur RI Lampaui Korsel dan Tiongkok

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:56 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Penggunaan robot dalam produksi di pabrik komponen otomotif PT Dharma Polimetal di Cikarang, Jawa Barat.
Penggunaan robot dalam produksi di pabrik komponen otomotif PT Dharma Polimetal di Cikarang, Jawa Barat. (BeritaSatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com– Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, selama 3 bulan terakhir sektor industri manufaktur di Tanah Air berada pada tahap ekspansi. Hal ini terlihat dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia, pada November 2021 yang menempati posisi 53,9 sesuai laporan IHS Markit. PMI manufaktur Indonesia ini melampaui Korea Selatan (50,9) dan Tiongkok (49,9) serta PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 52,3.

"Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi atas capaian ini, karena pelaku industri kita masih tetap semangat menjalankan usahanya seiring dengan upaya pemerintah mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," ujar Menperin seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, pada Kamis (2/12/2021).

Ia optimistis, sepanjang tahun 2021 industri akan tumbuh sebesar 4%-5% apabila tidak ada gejolak kasus atau gelombang susulan dari dampak pandemi Covid-19. "Pemerintah bertekad untuk terus menjaga iklim usaha yang kondusif. Investasi dan produktivitas sektor industri tetap dijaga dengan baik agar bisa terus berjalan," katanya.

Sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa kinerja sektor industri nasional masih gemilang, antara lain pada capaian nilai ekspor. Sepanjang Januari-Oktober 2021, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 143,76 miliar atau meningkat 35,53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, memberikan kontribusi terbesar hingga 77,16% dari total nilai ekspor nasional selama sepuluh bulan tahun ini yang mencapai US$ 186,32 miliar.

ADVERTISEMENT

Capaian positif lainnya tercatat pada penerimaan pajak sektor industri pengolahan yang tumbuh 14,6% pada Januari-Oktober 2021. Penerimaan pajak memberikan kontribusi paling besar hingga 29,8% pada periode yang sama.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

EKONOMI
Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

MULTIMEDIA
Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

EKONOMI
Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

EKONOMI
Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon