Ekspansi Silo Dinilai Berdampak Positif pada LPKR
Rabu, 15 Desember 2021 | 15:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Equity Research Analyst PT Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei dalam publikasi risetnya menyebutkan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), memiliki potensi tumbuh stabil pada tahun 2021 dan 2022 karena dipengaruhi rencana ekspansi.
"SILO berencana menambah dua rumah sakit baru setiap tahun serta komitmen manajemen SILO agar margin EBITDA tetap stabil di kisaran 20%-25%," kata Jono dalam laporan risetnya dikutip dalam keterangannya Rabu (15/12/2021).
Ia memperkirakan, sampai akhir tahun 2021, pendapatan SILO mencapai Rp 8,93 triliun, EBITDA Rp 1,94 triliun dan laba bersih Rp 674 miliar. Adapun pada tahun 2022, kinerja SILO diprediksi tumbuh dengan pendapatan Rp 9,56 triliun, EBITDA Rp 2,09 triliun dan laba bersih Rp 754 miliar.
Rencana SILO mendorong transformasi digital berperan penting dalam pertumbuhan kinerja perusahaan. SILO telah melakukan investasi strategis di Prixa.ai, platform bantuan medis artificial intelligence (AI), yang mengaplikasikan teknologi diagnostik dan terhubung dengan aplikasi Peduli Lindungi. Teknologi ini untuk merampingkan proses rujukan pasien sekaligus menjadi alat berharga membantu dokter dalam membuat diagnosis akurat dan efisien. Selain itu, SILO juga terus mengembangkan MySiloam dan website perusahaan sebagai rencana transformasi digital. Saat ini, sekitar 8% pengguna MySiloam adalah pasien baru dan sekitar 10% dari total kunjungan rawat jalan dikelola melalui MySiloam.
Pertumbuhan kinerja SILO berdampak positif terhadap LPKR sebagai induk usaha. LPKR merupakan pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan 55,4% saham per 3 Agustus 2021. Komisaris Utama SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. "Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi untuk mewujudkan misi kami yaitu memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia," tegasnya.
Saat ini, SILO mengelola dan mengoperasikan 40 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




