Inflasi Global Meningkat, Kadin Antisipasi Krisis Pangan
Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kelangkaan beberapa komoditas bahan pangan seperti kedelai dan gandum, berkurangnya pasokan dan produksi bahan pangan di beberapa negara akibat kemarau panjang, ditambah lagi dengan kelangkaan pasokan minyak akibat perang, menyebabkan terjadinya inflasi global. Proteksi bahan pangan masing-masing negara juga sudah mulai dilakukan, tidak ada lagi slogan pro-ekspor untuk bahan pangan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengkhawatirkan fenomena kelangkaan komoditas pangan ini akan berdampak sistemik, baik berupa krisis sosial maupun politik.
"Kadin Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan, sehingga tidak berdampak menjadi krisis sosial yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri," kata Arsjad Rasjid dalam keterangan resminya, Sabtu (14/5/2022).
Baca Juga: Ancaman Krisis Pangan, Jokowi: Maporina Harus Manfaatkan Kesempatan
Arsjad menambahkan, Kadin Indonesia akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia khususnya di sektor pertanian.
Selain itu, lanjut dia, Kadin Indonesia juga sudah memiliki sebuah program pendampingan UMKM dengan skema close loop yang ditujukan untuk membina para petani, serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil dengan para petani di Indonesia.
"Harapannya program inklusif close loop yang disiapkan Kadin ini dapat meningkatkan ketangguhan petani di Indonesia di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim," tandasnya.
Baca Juga: Inflasi AS Guncang Pasar Global, Bursa Eropa Ambles
Walaupun dampak inflasi di Indonesia relatif kecil dibanding dengan inflasi global dan di negara lain, Arsjad mengatakan Indonesia juga harus bersiap diri dan mengantisipasi imbas inflasi global. Menurutnya, dibutuhkan gotong royong, dialog sosial dan kerja sama antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha dan buruh untuk menghadapi tantangan krisis ini.
"Kerja sama antar negara juga sangat penting. Indonesia dalam hal ini memegang peran yang kritikal dalam mempererat kerja sama ekonomi international, terutama melalui Presidensi G-20," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




