ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi Global Meningkat, Kadin Antisipasi Krisis Pangan

Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:53 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid memberi sambutan di acara opening ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 yang disampaikan dari Istana Bogor, 27 Januari 2022.
Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid memberi sambutan di acara opening ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 yang disampaikan dari Istana Bogor, 27 Januari 2022. (BeritaSatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Kelangkaan beberapa komoditas bahan pangan seperti kedelai dan gandum, berkurangnya pasokan dan produksi bahan pangan di beberapa negara akibat kemarau panjang, ditambah lagi dengan kelangkaan pasokan minyak akibat perang, menyebabkan terjadinya inflasi global. Proteksi bahan pangan masing-masing negara juga sudah mulai dilakukan, tidak ada lagi slogan pro-ekspor untuk bahan pangan.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengkhawatirkan fenomena kelangkaan komoditas pangan ini akan berdampak sistemik, baik berupa krisis sosial maupun politik.

"Kadin Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan, sehingga tidak berdampak menjadi krisis sosial yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri," kata Arsjad Rasjid dalam keterangan resminya, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Ancaman Krisis Pangan, Jokowi: Maporina Harus Manfaatkan Kesempatan

ADVERTISEMENT

Arsjad menambahkan, Kadin Indonesia akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia khususnya di sektor pertanian.

Selain itu, lanjut dia, Kadin Indonesia juga sudah memiliki sebuah program pendampingan UMKM dengan skema close loop yang ditujukan untuk membina para petani, serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil dengan para petani di Indonesia.

"Harapannya program inklusif close loop yang disiapkan Kadin ini dapat meningkatkan ketangguhan petani di Indonesia di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim," tandasnya.

Baca Juga: Inflasi AS Guncang Pasar Global, Bursa Eropa Ambles

Walaupun dampak inflasi di Indonesia relatif kecil dibanding dengan inflasi global dan di negara lain, Arsjad mengatakan Indonesia juga harus bersiap diri dan mengantisipasi imbas inflasi global. Menurutnya, dibutuhkan gotong royong, dialog sosial dan kerja sama antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha dan buruh untuk menghadapi tantangan krisis ini.

"Kerja sama antar negara juga sangat penting. Indonesia dalam hal ini memegang peran yang kritikal dalam mempererat kerja sama ekonomi international, terutama melalui Presidensi G-20," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

EKONOMI
Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

EKONOMI
Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

EKONOMI
Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

EKONOMI
BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon