Smart Aviation Siap Bantu Pemerintah Modifikasi Cuaca
Selasa, 17 Mei 2022 | 20:14 WIB
Dikatakan Pingky, setiap 1 tabung flare berbanding sama dengan 700kg bahan semai konvensional. Dalam sekali penerbangan jumlah flare yang bisa dioperasikan sebanyak 24 tabung. Teknologi flare juga lebih ramah lingkungan dikarenakan bahan semai bersifat hygroscopis dapat langsung terserap seluruhnya oleh awan target tanpa ada residu yang akan jatuh kembali ke permukaan bumi.
Sedangkan CEO PT Dinamika Aviasi Indonesia, Edi Supriadi menjelaskan pesawat yang dipersiapkan pihak Smart Aviation sudah melewati serangkaian tes yang meliputi aspek keselamatan pesawat (safety), struktur pesawat, weight and balance dari PT Dinamika Aviasi Indonesia sebelum lepas landas.
Baca Juga: BMKG: Dinamika Atmosfer Skala Global-Lokal Picu Hujan di Musim Kemarau
"Bahan semai yang terpasang di pesawat Cessna Caravan 208 ini cukup efisien dan cukup mudah bongkar-pasangnya. Ini yang pertama di Indonesia. Alat ini tidak memiliki interface di pesawat karena punya bentuk yang portabel. Segi elektrikalnya juga terpisah (menggunakan baterai)," tandasnya.
Diketahui bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca berbasis flare juga bermanfaat untuk peningkatan inflow di danau atau waduk Pembangkitan Listrik Tenaga Air (PLTA), penyediaan air di berbagai wilayah irigasi dan wilayah pertanian tadah hujan, pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS), Danau dan Waduk PLTA.
Selain itu juga bisa juga untuk mengurangi hujan di wilayah yang rentan banjir dengan cara menjatuhkan awan berpotensi hujan sebelum memasuki wilayah rawan banjir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




