Laba BUMN Naik 1.000%, Jasa Raharja Sumbang Rp 1,6 Triliun
Senin, 27 Juni 2022 | 15:50 WIB
Peningkatan jumlah penyerahan santunan tidak mengurangi kualitas layanan terhadap publik, melalui transformasi digital proses layanan sasaran pelayanan seperti kecepatan penyelesaian santunan meninggal dunia (MD) menjadi empat jam lebih cepat dari 2020 atau hanya satu hari 10 jam setelah tanggal kecelakaan, bahkan rata-rata kecepatan berkasnya 14 menit 58 detik, lebih cepat empat menit ketimbang tahun lalu.
Untuk meningkatkan kinerja dilakukan optimalisasi sistem internal perseroan untuk memaksimalkan kegiatan investasi melalui implementasi direct acces market. Berupa penguatan/penambahan modal kepada anak perusahaan dalam rangka meningkatkan bargaining power di pasar.
Baca Juga: Jasa Raharja Dukung Perluasan Marka Zona Berbahaya
Sementara dari sisi permodalan, perseroan tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 669,80% meningkat 9,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 610,47%, seiring kenaikan ekuitas sebesar 2% menjadi Rp 11,7 triliun.
"Dengan fundamental kinerja yang makin sehat dan kuat, perseroan akan terus melakukan optimalisasi pendapatan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat khususnya melalui pemanfaatan database kendaraan bermotor di kantor bersama Samsat dan melalui aplikasi JRku yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara," tutup Rivan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Hadirkan Harapan dan Pemberdayaan bagi Wanita Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




