ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

FMCBG G-20 Tegaskan Komitmen Pemulihan Pandemi dan Ekonomi Hijau

Minggu, 17 Juli 2022 | 07:29 WIB
TP
FB
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FMB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers hasil 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (16/7/2022).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers hasil 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (16/7/2022). (Antara/Fikri Yusuf)

Badung, Beritasatu.com - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G-20 di Bali telah usai digelar selama dua hari ini. Pertemuan ini mencapai sejumlah komitmen dari para anggota G-20 untuk mendukung tujuan Presidensi G-20 yakni recover together, recover stronger.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam pelaksanaan FMCBG para delegasi mendiskusikan berbagai isu mulai dari update mengenai risiko dan tantangan ekonomi global. Ia menyebut, saat ini risiko global mengalami peningkatan akibat perang hingga kenaikan harga pangan dan energi.

"Kita bicara mengenai isu kesehatan global, arsitektur keuangan internasional dan juga isu-isu terkait dengan sektor keuangan dan keuangan berkelanjutan, infrastruktur, dan perpajakan internasional," kata dia dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali, Sabtu, (16/7/2022).

Baca Juga: FMCBG G-20 Berakhir Tanpa Komunike

ADVERTISEMENT

Terkait dengan ekonomi dan risiko global terdapat pembahasan mengenai dampak pandemi Covid-19, dan perang di Ukraina terhadap prospek ekonomi global. Selain itu, implikasinya terhadap inflasi global serta ketahanan pangan dan energi, FMCBG juga membahas exit strategy dan mengatasi scarring effect sebagai dampak pandemi.

Ia mengatakan bahwa para negara anggota G-20 berkomitmen untuk mencari exit strategy dari dampak pandemi. Selain itu, ketegangan geopolitik dengan adanya perang di Ukraina, kenaikan inflasi global, serta ketahanan energi dan pangan juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon