ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Jurus Zulkifli Hasan Dongkrak Harga TBS Petani

Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:02 WIB
PD
WP
Penulis: Primus Dorimulu | Editor: WBP
TBS Sawit. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)
TBS Sawit. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan, langka atau mahalnya harga minyak goreng curah saat ini tidak lagi menjadi isu utama. Masyarakat kini sudah lebih mudah mendapatkan komoditas ini dengan harga terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter. Masalah utamanya saat ini adalah masih rendahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Menurut Mendag, masih rendahnya harga TBS lantaran stok crude palm oil (CPO) di tangki produsen melimpah. Normalnya hanya sekitar 3-4 juta ton, tetapi saat ini mencapai 8 juta ton. Stok yang melimpah ini membuat harga TBS petani sawit tidak bisa terserap, sehingga harganya menjadi anjlok.

Baca Juga: Mendag Minta Produsen Migor Beli TBS Petani Rp 1.600 Per Kg

Saat ini, pemerintah tengah berupaya mempercepat ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya. Tujuannya untuk mengosongkan tangki-tangki penampung CPO yang penuh, sehingga industri CPO dapat menyerap TBS petani sawit. Melalui percepatan ekspor itu, harga TBS diharapkan bisa di atas Rp 2.000.

ADVERTISEMENT

Komitmen pemerintah tersebut tercermin dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.05/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada Kementerian Keuangan. Perubahan tarif pungutan ekspor menjadi US$ 0/MT berlaku mulai 15 Juli 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022.

"Untuk pungutan ekspor yang sebelumnya US$ 200 direlaksasi sampai dengan 31 Agustus 2022," ungkap Zulkifli Hasan dalam pertemuannya dengan para pemimpin redaksi, Jumat (29/7/2022).

Mendag juga siap menindaklanjuti persetujuan hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li Keqiang di Beijing untuk menambah ekspor 1 juta ton CPO ke Tiongkok. Dengan ekspor ini, harapannya stok CPO di tangki bisa semakin berkurang.

Baca Juga: Harga TBS Anjlok, Petani Sawit Minta Jokowi Tanggung Jawab

Selain itu, upaya menyerap stok CPO di tangki juga dilakukan lewat kebijakan domestik market obligation (DMO). "Aturannya sudah kita ubah. Sekarang ini kalau DMO-nya 1 ton, mereka boleh ekspor 13,5 ton. Jadi 13,5 kali lebih banyak agar ekspornya juga lebih banyak," ujar Mendag.

Saat ini harga TBS sawit di tingkat petani mulai merangkak naik menjadi Rp 1.600 sampai Rp 1.700 per kilogram dari sebelumnya di bawah Rp 1.000 per kilogram. Targetnya harga TBS bisa kembali stabil di atas Rp 2.000 per kilogram, atau paling sedikit Rp 2.400 per kilogram.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon