Antisipasi Krisis Pangan, Ini Instruksi Presiden Jokowi
Senin, 1 Agustus 2022 | 18:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan langkah-langkah konkret yang dapat meningkatkan produktivitas jagung di dalam negeri untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, pada ratas penguatan ekosistem pangan dan peningkatan pangan nasional, meningkatkan produksi jagung nasional di daerah yang dimintakan baru yaitu Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/8/2022).
Presiden Jokowi, lanjut Airlangga, meminta agar penanaman benih jagung diintensifkan di lahan seluas 141.000 hektare (ha), di mana 86.000 ha merupakan lahan baru yang tersebar di enam daerah tersebut.
Selain itu, kata Airlangga, Presiden Jokowi juga memerintahkan Mentan untuk melakukan ekstensifikasi dari lahan yang ada saat ini.
"Nah, salah satu yang dilakukan ekstensifikasi adalah mendorong dilakukan Genetic Modified Organism (GMO) atau hibrida," jelas Airlangga.
Disebutkan, dari segi hibrida pemerintah terus mendorong ketersediaan bibit unggul hibrida jagung sehingga bisa memproduksi 10,6 sampai 13,7 juta ton per ha.
Saat ini terdapat 14 varietas hibrida yang dikembangkan, antara lain Pertiwi 3F1, NK Perkasa, Singa, dan Dahsyat.
"Artinya, hibrida ini berbasis nasional. Menteri Pertanian akan melakukan perubahan terhadap regulasi terkait GMO," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




