Jokowi: Krisis Pangan Dunia Jadikan Peluang Jualan
Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Jokowi mengatakan, krisis pangan yang tengah terjadi di dunia, harus disikapi dengan rasa optimisme yang tinggi. Justru krisis pangan global harus dihadapi sebagai peluang untuk jualan pangan ke negara-negara yang membutuhkan.
"Di sisi lain negara lain kekurangan pangan, kita justru dinyatakan sudah swasembada besar dan sistem ketahanan pangan kita sudah (ada). Kita harus waspada iya, hati-hati iya, tetapi jangan memunculkan sebuah pesimisme. Ini sekali lagi saya tidak mau," kata Jokowi saat pengarahan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Jokowi menginginkan semua pemangku kepentingan, termasuk Kadin harus tetap optimistis dalam menghadapi krisis pangan yang sedang terjadi. Karena dalam setiap kesulitan ada sebuah peluang.
"Harus tetap optimistis karena dalam setiap kesulitan ada peluang di situ, pasti. Dalam kondisi sesulit apa pun pasti ada peluang dan yang bisa menggunakan peluang itu adalah entrepreneur, wirausahawan, bapak ibu sekalian, tidak ada yang lain," ujar Jokowi.
Peluang yang dapat diambil dalam krisis pangan global ini, menurut Jokowi adalah peluang jualan pangan kepada negara-negara yang membutuhkan pangan. Seperti Tiongkok meminta beras kepada pemerintah Indonesia sebanyak 2,5 juta ton. Lalu Arab Saudi meminta 1.000 ton beras.
"Peluangnya apa? ada krisis pangan, ya berarti peluangnya di pangan, jualan pangan paling cepat sekarang. Saat ini kita belum berani (ekspor), kita stop dulu. Tetapi begitu produksi melompat, bisa saja kita terjun ke situ dengan harga yang sangat visible, sangat baik," terang Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




