Sri Mulyani Antisipasi Capital Outflow Pascakenaikan Suku Bunga AS
Kamis, 22 September 2022 | 17:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan langkah Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikan suku bunga acuan 75 basis poin sudah sesuai prediksi, namun pemerintah akan mengantisipasi dampak kenaikan tersebut kondisi perekonomian domestik, termasuk terkait capital outflow. Langkah The Fed ini menjadi antisipasi terhadap tingginya inflasi di Amerika Serikat yang sudah mencapai 8,3% pada Agustus 2022.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dengan posisi Amerika sebagai negara dengan perekonomian terbesar maka kenaikan suku bunga acuan The Fed bisa memberikan pengaruh ke negara-negara lain. Hal ini harus diantisipasi baik oleh negara maju maupun negara berkembang.
"Mungkin ini akan mempengaruhi proyeksi dunia karena dia ekonomi terbesar dan bisa mempengaruhi harga-harga komoditas. Ini yang harus kita antisipasi," ucap Sri Mulyani saat ditemui setelah mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Kamis (22/9).
Baca Juga: Sesuai Perkiraan Pasar, the Federal Reserve Naikkan Suku Bunga 75 Bps
Menurut Sri Mulyani, negara-negara berkembang harus meningkatkan ketahanan dan keamanan dalam mengantisipasi terjadinya capital outflow. Dia menuturkan sejak The Fed melakukan normalisasi kebijakan dengan menaikan suku bunga acuan pada tahun 2022, capital outflow sudah terjadi dari negara berkembang. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan 60 negara akan kesulitan membayar utang mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




