ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gempa Turki, Ini Kisah di Balik Foto Ayah-Anak yang Bakal Tak Terlupakan

Jumat, 10 Februari 2023 | 23:10 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Korban gempa Turki, Mesut Hancer tengah memegang tangan putrinya, Irmak (15), yang meninggal tertimbun reruntuhan bangunan di Kahramanmaras, sehari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu, pada 7 Februari 2023.
Korban gempa Turki, Mesut Hancer tengah memegang tangan putrinya, Irmak (15), yang meninggal tertimbun reruntuhan bangunan di Kahramanmaras, sehari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda tenggara negara itu, pada 7 Februari 2023. (AFP)

Di antara reruntuhan dan beberapa gelintir warga yang mencari sanak saudaranya -karena bala bantuan belum datang- Mesut Hancer duduk sendirian. Adem Altan melihat keberadaan Mesut Hancer yang memang mengenakan jaket warna mencolok.

Adem Altan tidak bisa mengalihkan pandangan dari Mesut yang tengah berdiam dalam duka. Ia mengarahkan kameranya pada Mesut Hancer dari jarak 60 meter. Itu adalah momen yang sulit, menurut Adem.

Foto AFP hasil jepretan Adem Altan muncul di halaman depan surat kabar besar di seluruh dunia, termasuk Financial Times dan Wall Street Journal.

ADVERTISEMENT

Adem Altan menceritakan saat ia mengambil foto ia sangat sedih. Ia berulangkali berkata pada dirinya sendiri "ini luar biasa menyakitkan". Adem Altan tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis.

"Saya tak bisa berkata-kata," kata fotografer yang sudah 15 tahun bergabung dengan AFP.

Irmakleyla Hancer, korban tewas dalam bencana gempa Turki berkekuatan M 8,7 pada Senin, 6 Februari 2023.
Irmakleyla Hancer.

Untuk kepentingan teks foto, Altan menanyakan kepada Hancer namanya dan kemudian nama putrinya. "Dia (Mesut Hancer) berbicara dengan susah payah, jadi saya tidak bisa berbicara terlalu banyak dengannya," kata Altan.

Inilah alasan mengapa tidak ada cerita berikutnya mengenai Mesut Hancer dan putrinya selepas foto itu viral.

Altan tidak dapat mengajukan terlalu banyak pertanyaan karena semua orang perlu mengamati keheningan guna mendengar apakah ada yang selamat di bawah reruntuhan.

Altan adalah seorang fotografer yang berpengalaman 40 tahun. Ia tahu bahwa foto itu mewakili rasa sakit Turki. Meski demikian dampak global foto itu mengejutkannya. Foto itu, dan kesedihan Turki, telah dibagikan ratusan ribu kali secara online.

Altan telah menerima ribuan pesan dari orang-orang di seluruh dunia. Sebagian memuji, sebagian lagi menyatakan simpati, serta banyak yang menawarkan dukungan.

"Banyak yang mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak akan pernah melupakan gambar ini," katanya seperti dalam laporan SBS.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT