ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2.839 Warga Mengungsi Akibat Banjir Terjang 9 Desa di Demak

Sabtu, 4 April 2026 | 11:41 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Tim BPBD Demak bersama relawan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026).
Tim BPBD Demak bersama relawan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026). (Antara/BPBD Demak)

Demak, Beritasatu.com – Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memaksa sebanyak 2.839 orang dari sembilan desa mengungsi ke tempat aman hingga Sabtu (4/4/2026) pagi. Banjir terjadi akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang setelah curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono mengatakan ribuan warga tersebar di berbagai lokasi pengungsian.

"Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian," kata Agus dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan pendataan serta penanganan pengungsi. Kebutuhan dasar seperti logistik, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara menjadi prioritas.

Kondisi pengungsi masih dipantau. Upaya penanganan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

BPBD mencatat terdapat enam titik tanggul jebol. Tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meteran, sementara tiga titik lainnya di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meteran.

Tanggul Sungai Tuntang jebol pada, Jumat (3/4/2026) pagi dan menyebabkan limpasan air merendam permukiman warga.

Wilayah terdampak meliputi Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turitempel, Desa Tlogorejo, dan Desa Bumiharjo di Kecamatan Guntur. Selain itu, Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah, Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam. Kemudian Desa Sarimulyo, dan Desa Solorire di Kecamatan Kebonagung.

Genangan air bervariasi di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan. Ketinggian air bahkan mencapai 100–140 sentimeter di beberapa titik.

"Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya," ujarnya.

Tim gabungan masih melakukan pendataan dan evakuasi warga yang diduga belum mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah melakukan berbagai langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, serta penyediaan lokasi pengungsian.

Langkah lanjutan dilakukan melalui pemantauan wilayah terdampak, pendataan kerusakan, dan koordinasi lintas instansi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

JAWA TENGAH
Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

JAWA TENGAH
Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

JAWA TENGAH
Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon