Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan
Kamis, 9 April 2026 | 08:41 WIB
Demak, Beritasatu.com - Banjir akibat tanggul jebol yang merendam wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, belum juga surut hingga Kamis (9/4/2026). Kondisi ini menyebabkan warga terdampak banjir mulai terserang berbagai penyakit, di tengah minimnya bantuan kesehatan dan logistik.
Genangan air masih merendam dua desa, yakni Desa Karangsari dan Desa Dukun. Di Desa Dukun, setidaknya dua rukun warga (RW) terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter di lokasi terdalam.
Banjir yang terus meningkat sejak Minggu (5/4/2026) membuat aktivitas warga lumpuh. Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak higienis memicu munculnya berbagai penyakit, seperti demam, batuk, pilek, hingga penyakit kulit, seperti kutu air.
Salah seorang warga, Suparti mengaku kondisi kesehatannya menurun dalam dua hari terakhir. Meski demikian, ia tetap berjualan keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski harus menerjang banjir setiap hari.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Suci. Ia mengatakan, tidak hanya dirinya, tetapi anak-anak hingga cucunya juga mulai mengalami gangguan kesehatan akibat banjir yang tak kunjung surut.
"Ya kepala pusing, pada masuk angin. Iya, kaki gatal-gatal. Anak-anak juga sama demam begitu," keluh Suci.
Selain persoalan kesehatan, warga juga mengeluhkan minimnya bantuan kebutuhan dasar. Banyak warga tidak dapat bekerja akibat banjir, sehingga berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga.
Banjir di Karangtengah diketahui merupakan banjir kiriman akibat tanggul jebol di Kecamatan Guntur. Selain itu, sistem drainase yang buruk turut memperparah kondisi karena tidak mampu menampung volume air yang tinggi.
Akibatnya, air sulit dialirkan ke sungai besar sehingga genangan bertahan lebih lama di permukiman warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Demak serta pihak terkait segera turun tangan untuk memberikan bantuan, baik berupa layanan kesehatan, logistik, maupun penanganan banjir secara menyeluruh.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat potensi dampak kesehatan dan sosial yang semakin meluas jika banjir tidak segera ditangani secara optimal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




