ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

Jumat, 10 April 2026 | 11:47 WIB
J
MA
Penulis: Jamaah | Editor: MA
Mulyono bersama keluarganya memilih bertahan di sekitar rumah mereka yang tergenang banjir, meski kondisi tidak memungkinkan untuk beraktivitas normal.
Mulyono bersama keluarganya memilih bertahan di sekitar rumah mereka yang tergenang banjir, meski kondisi tidak memungkinkan untuk beraktivitas normal. (Beritasatu.com/Jamaah Rizky)

Demak, Beritasatu.com — Ratusan rumah di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih terendam banjir akibat jebolnya tanggul di wilayah Guntur. Warga pun terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas, seperti yang dialami Mulyono.

Mulyono bersama keluarganya memilih bertahan di sekitar rumah meski kondisi tidak memungkinkan untuk beraktivitas dengan normal. Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter masih merendam jalan dan rumah Mulyono serta warga lain hingga Kamis (9/4/2026) malam.

Ditemui di sebuah jembatan dekat rumahnya, Mulyono tampak menjaga istri dan cucunya dari terpaan angin malam. Tanpa tempat berteduh yang layak, mereka hanya mengandalkan camilan seadanya untuk bertahan.

ADVERTISEMENT

Kondisi di dalam rumahnya pun semakin memprihatinkan. Bagian dapur terendam lebih dalam, sementara persediaan logistik semakin menipis karena Mulyono belum menerima bantuan.

Untuk mengantisipasi kenaikan air, ia menyiasati tempat tidur dengan menumpuk kasur di atas kursi agar lebih tinggi. Istri dan cucunya beristirahat di atasnya, sementara ia sendiri memilih tidur di kursi kayu.

"Nah kalau tidurnya ya seadanya, istilahnya darurat. Ibu di sini, saya di kursi sini sambil menjaga. Kalau air naik itu bisa kerasa, enggak kayak kemarin itu tahu-tahu kasurnya basah soalnya air naik terus," ujar Mulyono.

Meski tergolong sebagai warga terdampak banjir dengan kategori parah, Mulyono mengaku kesulitan untuk mengungsi karena tidak adanya tempat pengungsian yang memadai.

"Kalau mengungsi itu terlalu ribet, masalahnya ke sana ke mari terus mengungsinya di mana, enggak ada solusi tempatnya," ucapnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Karangtengah terus melakukan patroli di wilayah terdampak banjir. Petugas berjalan kaki menyusuri genangan air untuk memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga.

Perhatian khusus diberikan pada kendaraan warga yang diparkir di pinggir jalan karena tidak dapat masuk ke permukiman.

"Kami melakukan patroli dengan maksud untuk memberikan imbauan kepada orang tua menjaga anaknya supaya lebih berhati-hati, karena ada beberapa titik genangan banjir yang dalam. Kemudian warga yang tidak bisa masuk ke kampung, di mana parkir ada di beberapa pinggir jalan, agar merasa aman," kata petugas Polsek Karangtengah, Iptu Sandika.

Banjir di Desa Dukun berdampak pada sekitar 400 rumah, dengan separuhnya telah terendam air. Selain akibat tanggul jebol di Guntur, kondisi drainase yang buruk membuat air terjebak dan sulit surut.

Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan, seperti pompa air maupun solusi jangka panjang, agar wilayah mereka tidak terus menjadi langganan banjir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

JAWA TENGAH
Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

JAWA TENGAH
Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rendam 850 Hektare Sawah, Petani Terancam Rugi

Banjir Demak Rendam 850 Hektare Sawah, Petani Terancam Rugi

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon