Ada Ancaman Keamanan, Regu Penyelamat Israel Hentikan Operasi Bantu Gempa Turki
Senin, 13 Februari 2023 | 09:50 WIB
Istanbul, Beritasatu.com - Masalah keamanan mendorong penangguhan beberapa operasi penyelamatan gempa Turki. Diketahui, puluhan orang di Turki telah ditangkap karena menjarah bantuan atau mencoba menipu korban setelah gempa, menurut media pemerintah.
Sebuah organisasi bantuan darurat Israel mengatakan pada hari Minggu (12/2/2023) menyatakan, pihaknya telah menangguhkan operasi penyelamatan gempa Türki dan kembali ke negaranya karena ancaman keamanan yang "signifikan" terhadap stafnya.
Hampir 160 jam setelah gempa, beberapa orang lagi berhasil diselamatkan, termasuk seorang anak laki-laki berusia delapan tahun di Gaziantep dan seorang wanita berusia 63 tahun di Hatay, lapor media pemerintah.
Badan bencana Türki mengatakan lebih dari 32.000 orang dari organisasi Turki bekerja dalam upaya pencarian dan penyelamatan, bersama dengan 8.294 penyelamat internasional.
Tetapi di banyak daerah, tim penyelamat mengatakan mereka tidak memiliki sensor dan peralatan pencarian canggih, membuat mereka harus menggali puing-puing dengan hati-hati dengan sekop atau hanya tangan mereka.
"Jika kami memiliki peralatan semacam ini, kami akan menyelamatkan ratusan nyawa, bahkan lebih," kata Alaa Moubarak, kepala pertahanan sipil di Jableh, barat laut Suriah.
Kementerian transportasi Suriah mengatakan 62 pesawat bantuan telah mendarat di Suriah minggu ini dengan lebih banyak dalam perjalanan dari Arab Saudi.
Kementerian luar negeri Yordania mengumumkan angkatan udara negara itu telah menerbangkan dua pesawat pertama yang memuat 480 tenda PBB ke Suriah dan Türki "dari 10.000 tenda yang akan diangkut" ke kedua negara.
Setelah berhari-hari berduka dan menderita, kemarahan di Türki meningkat karena kualitas bangunan yang buruk serta tanggapan pemerintah terhadap bencana terburuk di negara itu dalam hampir satu abad.
Sebanyak 12.141 bangunan secara resmi hancur atau rusak parah di Türki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




