Ukraina Mau Kurangi Jumlah Jenderal dan Kirim Mereka ke Medan Perang
Minggu, 26 Mei 2024 | 14:29 WIB
Kiyv, Beritasatu.com - Ukraina berencana memecat beberapa jenderalnya dan akan mengirim sebagian pejabat tinggi militer ke garis depan di medan perang dalam upaya meningkatkan moral para prajurit.
Ukraina telah berjuang melawan gelombang serangan Rusia ketika negara itu kehilangan kekuatan di wilayah timur Donetsk. Para prajurit mengeluh bahwa mereka kalah jumlah dan persenjataan serta jumlah pejabat tinggi militer yang membengkak.
Angkatan Darat belum mengatakan berapa banyak jenderal yang akan dipindahtugaskan namun dikatakan bahwa mereka akan memangkas sekitar dua pertiga staf puncaknya.
“Dengan pembebasan personel, direncanakan untuk menambah unit di tingkat operasional dan taktis, serta unit tempur militer,” kata Brigjen Yevhen Ostryansky, kepala perencanaan pertahanan militer Ukraina.
Sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022, Ukraina berupaya memodernisasi militernya sejalan dengan negara-negara NATO.
Selain mengurangi jumlah jenderal, hal ini juga berarti memberdayakan bintara dan perwira junior untuk mengambil keputusan di medan perang.
Ribuan tentara Ukraina dilatih oleh pasukan NATO di Eropa tahun lalu dan perencana militer NATO diintegrasikan menjelang serangan balasan negara tersebut.
Namun, dengan kegagalan dari serangan dan Rusia terus memperoleh keuntungan di medan perang, Ukraina berada di bawah tekanan untuk memperkuat pasukan garis depan dan memberikan istirahat kepada unit-unit pasukan yang kelelahan.
Upaya rekrutmen militer yang dilakukan Ukraina belum berjalan sesuai harapan.
Dalam pengarahannya, Jenderal Ostryansky mengatakan bahwa penguatan peraturan perekrutan dan penempatan kembali para jenderal dari pusat komando belakang ke unit tempur garis depan akan memungkinkan lebih banyak tentara yang kelelahan untuk beristirahat.
“Ini akan memungkinkan untuk melakukan rotasi unit yang melakukan tugas tempur di zona tempur dalam waktu yang lama,” ujarnya.
Rusia telah bergerak maju di sepanjang garis depan di Ukraina sejak Oktober 2023 lalu. Di awal bulan ini Rusia telah maju dan menguasai sejumlah wilayah di utara Kharkiv, Ukraina.
Sejak mengambil alih jabatan panglima militer Ukraina pada bulan Februari, Jenderal Ostryansky telah dipuji karena memberikan lebih banyak energi dan tujuan kepada pasukan Kyiv.
Dia secara rutin melakukan kunjungan ke unit-unit garis depan dan menjadi favorit di kalangan tentara Ukraina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




