Sambut Baik Usulan Gencatan Senjata Joe Biden untuk Gaza, Ini Penjelasan Prabowo
Minggu, 2 Juni 2024 | 09:44 WIB
Singapura, Beritasatu.com - Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto menyambut baik usulan gencatan senjata Israel dan Hamas dari Presiden AS Joe Biden. Menurut Prabowo, usulan tersebut sebagai langkah ke arah yang benar.
Prabowo juga mengatakan, Indonesia bersedia mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk mempertahankan gencatan senjata di Gaza jika diperlukan. “Jika diperlukan dan diminta oleh PBB, kami siap menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk mempertahankan dan memantau prospek gencatan senjata ini serta memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua pihak,” katanya pada konferensi keamanan di Singapura pada hari Sabtu (1/6/2024).
Serangan Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan sedikitnya 36.379 orang warga Palestina dan melukai 82.407 lainnya. Kemudian masih ada korban dan ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diperkirakan tewas. Israel melancarkan serangannya ke wilayah Gaza setelah serangan milisi Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.140 orang.
Biden sebelumnya menyatakan tawaran ke Israel dalam tiga tahap yang akan dimulai dengan fase enam minggu untuk pasukan Israel menarik diri dari seluruh wilayah berpenduduk di Gaza. Namun rencana itu baru bisa diwujudkan dengan pembebasan sejumlah sandera, dan dikeluarkannya ratusan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.
Tahap selanjutnya, Israel dan Palestina kemudian bernegosiasi untuk gencatan senjata yang langgeng, dan gencatan senjata akan terus berlanjut selama pembicaraan masih berlangsung.
Hamas mengatakan, mereka terbuka terhadap rencana yang diumumkan oleh Biden yang didasari dari gencatan senjata permanen, dan penarikan seluruh militer Israel dari Gaza.
Dukungan terhadap usulan Biden juga diungkapkan anggota keluarga tawanan Israel yang ditahan di Gaza. Mereka meminta pemerintah negara zionis itu untuk menerima rencana gencatan senjata yang disampaikan oleh Presiden AS. Mereka menuntut agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mendukung proposal tersebut.
Dalam konferensi pers mingguan yang diadakan pada hari Sabtu, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang mengatakan bahwa mereka menyerukan warga Israel untuk turun ke jalan untuk memastikan penyelesaian kesepakatan.
Forum tersebut percaya bahwa Netanyahu mungkin menghalangi kesepakatan, setelah Biden mengatakan dalam konferensi pers di Gedung Putih bahwa Israel telah mengajukan proposal baru yang komprehensif untuk mengakhiri perang.
“Ada kelompok minoritas yang memeras Netanyahu dan mengancam perjanjian tersebut, dan kita harus mendukung perjanjian tersebut dan tidak menyerahkan arena kepada ekstremis,” kata seorang juru bicaranya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




