Jokowi: Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Markas UNIFIL
Selasa, 15 Oktober 2024 | 18:16 WIB
Aceh Besar, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras serangan Israel ke markas pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang berada di Naqoura, Lebanon. Serangan Israel itu melukai dua Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan membuat keduanya dirawat di rumah sakit, meski tidak terluka parah
“Indonesia mengutuk keras serangan Israel baik ke Gaza, baik ke Lebanon dan yang terakhir ke UNIFIL di Lebanon,” kata Jokowi kepada wartawan di Aceh Besar, Aceh, Selasa (15/10/2024).
Jokowi mengatakan seharusnya pasukan perdamaian tidak boleh diserang. “Mengutuk keras, enggak boleh itu, yang namanya pasukan perdamaian kok ikut ikut diserang, ada yang luka lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, PBB juga telah mengutuk keras serangan Israel tersebut.
"Serangan kepada pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran hukum internasional dan bisa jadi kejahatan perang," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya yang dikutip juru bicaranya Stephane Dujarric pada Minggu (13/10/2024) malam.
Aceh Besar, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras serangan Israel ke markas pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang berada di Naqoura, Lebanon. Serangan Israel itu melukai dua Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan membuat keduanya dirawat di rumah sakit, meski tidak terluka parah
“Indonesia mengutuk keras serangan Israel baik ke Gaza, baik ke Lebanon dan yang terakhir ke UNIFIL di Lebanon,” kata Jokowi kepada wartawan di Aceh Besar, Aceh, Selasa (15/10/2024).
Jokowi mengatakan seharusnya pasukan perdamaian tidak boleh diserang. “Mengutuk keras, enggak boleh itu, yang namanya pasukan perdamaian kok ikut ikut diserang, ada yang luka lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, PBB juga telah mengutuk keras serangan Israel tersebut.
"Serangan kepada pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran hukum internasional dan bisa jadi kejahatan perang," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya yang dikutip juru bicaranya Stephane Dujarric pada Minggu (13/10/2024) malam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




