Paus Fransiskus Kutuk Serangan di Gaza: Ini Kekejaman, Bukan Perang
Minggu, 22 Desember 2024 | 12:05 WIB
Vatikan, Beritasatu.com - Paus Fransiskus, pada Sabtu (21/12/2024), kembali mengutuk serangan udara Israel di Gaza. Pernyataan ini muncul sehari setelah seorang menteri Israel, Amichai Chikli, mengkritik keras komentar Paus Fransiskus yang menyarankan bahwa masyarakat internasional perlu menilai apakah aksi militer Israel di Gaza merupakan bentuk genosida terhadap rakyat Palestina.
Dalam pidato Natal tahunannya, Paus Fransiskus menyinggung serangan udara Israel yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 25 warga Palestina, termasuk anak-anak, pada Jumat (20/12/2024). “Kemarin, anak-anak dibom. Ini kekejaman. Ini bukan perang,” ujar Paus Fransiskus, menyentuh hati umatnya dengan pernyataan penuh empati.
BACA JUGA
Paus Fransiskus Serukan Penyelidikan untuk Pastikan Serangan Israel di Gaza Adalah Genosida
Bulan lalu, Paus Fransiskus mengutip pendapat beberapa pakar internasional bahwa situasi di Gaza memiliki ciri-ciri genosida. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Israel. Dalam surat terbuka yang diterbitkan oleh surat kabar Italia Il Foglio, Chikli menyebut pernyataan tersebut sebagai “penghinaan” terhadap istilah genosida.
Kementerian Luar Negeri Israel menambahkan bahwa tindakan militer mereka adalah upaya membela diri melawan kelompok Hamas yang dituduh menggunakan warga sipil sebagai tameng. “Israel berusaha mencegah korban sipil, sementara Hamas justru meningkatkan risiko bagi warga Palestina,” jelas pernyataan resmi kementerian Israel.
Peperangan di Gaza dipicu oleh serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 250 lainnya. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan besar-besaran dengan tujuan menghancurkan Hamas. Hingga kini, serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 45.000 orang, sebagian besar warga sipil.
BACA JUGA
Paus Fransiskus Serukan Penyelidikan Genosida di Gaza, Muhammadiyah: Butuh Solusi dan Sanksi Tegas
Israel mengeklaim bahwa sekitar sepertiga korban tewas adalah militan dan menegaskan bahwa mereka berusaha meminimalkan dampak terhadap warga sipil. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tingkat kehancuran yang masif dan pengungsian hampir seluruh penduduk Gaza.
Paus Fransiskus juga mengungkapkan bahwa uskup Katolik Yerusalem, yang dikenal sebagai seorang patriark, ditolak masuk ke Jalur Gaza saat mencoba mengunjungi komunitas Katolik di sana. Namun, otoritas Israel belum memberikan komentar terkait hal ini.
Dalam pernyataannya, Paus Fransiskus menegaskan bahwa menyerang warga sipil tanpa pandang bulu adalah kejahatan perang. Ia menyerukan perdamaian dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik yang terus berkecamuk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




