ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gencatan Senjata Gaza Tertunda 3 Jam, Israel Sempat Lakukan Serangan yang Tewaskan 8 Orang

Minggu, 19 Januari 2025 | 18:12 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga Palestina merayakan perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Minggu 19 Januari 2025.
Warga Palestina merayakan perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Minggu 19 Januari 2025. (AP/AP)

Yerusalem, Beritasatu.com - Israel akhirnya mengumumkan gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada Minggu (19/1/2025), sekitar pukul 11.15 waktu setempat atau tiga jam lebih lambat dari jadwal semula. Penundaan ini dipicu oleh perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang meminta daftar sandera yang akan dibebaskan sebelum gencatan senjata dimulai.

Selama penundaan tersebut, Israel melakukan serangan yang menewaskan delapan orang di Gaza. Hamas menyebut penundaan terjadi karena alasan teknis dan kompleksitas situasi di lapangan, sementara Israel akhirnya menerima daftar tiga wanita Israel yang akan dibebaskan pada hari itu.

Gambar dari lokasi menunjukkan asap membubung di Gaza bahkan setelah gencatan senjata berlaku, mencerminkan ketegangan yang masih tinggi. Korban tewas mencakup tiga orang di wilayah utara dan lima lainnya di Kota Gaza, dengan 25 orang terluka.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan gencatan senjata Gaza ini mencakup pembebasan 33 sandera Israel yang disandera sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, ratusan tahanan Palestina akan dibebaskan dari penjara Israel. Pada tahap pertama, 737 tahanan Palestina akan dibebaskan, sementara lebih dari 1.890 tahanan lainnya direncanakan untuk pembebasan selanjutnya.

Gencatan senjata Gaza ini diharapkan membuka jalan bagi penghentian perang yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan. Agresi Israel telah menyebabkan lebih dari 46.000 orang yang mayoritas warga sipil di Gaza tewas. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas serangan Hamas yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel.

Meskipun ada kegembiraan di kalangan masyarakat Palestina, kegembiraan tersebut berganti menjadi keputusasaan ketika permusuhan masih berlanjut selama penundaan. Sejumlah warga yang berusaha pulang ke rumah menghadapi kesulitan akibat situasi yang tidak menentu.

Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut gencatan senjata Gaza ini sebagai sementara dan menegaskan bahwa Israel akan melanjutkan serangan jika diperlukan. Namun, mediator seperti Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir optimis bahwa kesepakatan ini dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian.

Lebih dari 600 truk bantuan kemanusiaan, termasuk 50 truk bahan bakar, telah disiapkan untuk masuk ke Gaza segera setelah gencatan senjata berlaku. Bantuan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi darurat di wilayah yang hancur akibat konflik.

Gencatan senjata Gaza memberikan secercah harapan bagi kedua belah pihak, meskipun tantangan besar masih menghadang. Semua pihak kini menanti apakah langkah ini akan menjadi awal dari perdamaian yang lebih permanen atau hanya jeda sementara dalam konflik berkepanjangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Alihkan Misi di Gaza ke Pasukan Stabilitas Internasional

AS Alihkan Misi di Gaza ke Pasukan Stabilitas Internasional

INTERNASIONAL
Masih Kendalikan Gaza, Hamas Jadi Tantangan Dewan Perdamaian Trump

Masih Kendalikan Gaza, Hamas Jadi Tantangan Dewan Perdamaian Trump

INTERNASIONAL
Prabowo Hadiri Board of Peace Bahas Gaza

Prabowo Hadiri Board of Peace Bahas Gaza

INTERNASIONAL
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

INTERNASIONAL
Refleksi Perayaan Tahun Baru 2026 dari Sydney hingga Gaza

Refleksi Perayaan Tahun Baru 2026 dari Sydney hingga Gaza

INTERNASIONAL
Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, Serangan Israel Renggut 5 Nyawa

Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, Serangan Israel Renggut 5 Nyawa

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon