Putin Umumkan Gencatan Senjata Paskah di Ukraina hingga Minggu Malam
Minggu, 20 April 2025 | 17:46 WIB
Moskwa, Beritasatu.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu (19/4/2025) mengumumkan gencatan senjata sementara selama Paskah, dalam konflik Ukraina yang dimulai pukul 18.00 waktu Moskaw dan berlangsung hingga Minggu (20/4/2025) tengah malam.
Pengumuman ini disampaikan Putin dalam siaran televisi saat bertemu dengan Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov. Gencatan senjata tersebut dikatakan sebagai bagian dari penghormatan terhadap perayaan Paskah, hari raya penting bagi umat Kristen yang jatuh pada hari Minggu.
“Saya memerintahkan penghentian semua aksi militer selama periode ini,” ujar Putin.
“Gencatan senjata Paskah ini diberlakukan atas dasar kemanusiaan," lanjutnya.
Putin juga menyatakan harapan bahwa Ukraina akan mengikuti langkah Rusia. Namun, ia menginstruksikan pasukannya untuk tetap waspada terhadap potensi pelanggaran atau provokasi dari pihak Ukraina.
“Pasukan kami harus siap menghadapi pelanggaran gencatan senjata dan tindakan agresif dari musuh,” tambahnya.
Putin mengeklaim bahwa Ukraina telah melanggar perjanjian untuk tidak menyerang infrastruktur energi lebih dari 100 kali. Sebelumnya, pada hari Jumat (18/4/2025), Rusia mencabut moratorium atas serangan terhadap fasilitas energi Ukraina, menyusul tudingan pelanggaran dari kedua pihak yang tidak diikat oleh perjanjian formal.
Usulan gencatan senjata Paskah ini juga dikaitkan dengan seruan dari mantan Presiden AS Donald Trump, yang mendorong Moskwa dan Kyiv untuk menyepakati gencatan senjata. Namun, seruan tersebut belum menghasilkan konsesi signifikan dari Kremlin.
Putin menegaskan bahwa inisiatif ini akan menjadi ujian atas kesungguhan pemerintah Ukraina dalam menaati perjanjian dan terlibat dalam proses perdamaian.
“Gencatan senjata Paskah ini akan menunjukkan sejauh mana ketulusan, keinginan, dan kemampuan rezim Kyiv dalam mematuhi kesepakatan serta ikut serta dalam negosiasi damai,” tegasnya.
Upaya serupa untuk mengadakan gencatan senjata Paskah pada April 2022 dan Natal Ortodoks pada Januari 2023 sebelumnya gagal karena tidak adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




