Los Angeles Kembali Panas, Trump Digugat Soal Garda Nasional
Selasa, 10 Juni 2025 | 00:18 WIB
Los Angeles, Beritasatu.com — Kota Los Angeles bersiap menghadapi gelombang kerusuhan baru pada Senin (9/6/2025), menyusul kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Polisi menyatakan pusat kota sebagai zona larangan berkumpul dan memerintahkan demonstran untuk membubarkan diri.
Pemerintah negara bagian California menolak keras pengerahan Garda Nasional oleh Gedung Putih. Gubernur Gavin Newsom menyebut langkah Trump sebagai tindakan ilegal dan berjanji akan menggugat pemerintah federal.
“Inilah yang diinginkan Donald Trump. Ia menyulut api dan bertindak secara inkonstitusional dengan memfederalisasi Garda Nasional,” tulis Newsom melalui akun X (dulu Twitter) pada Senin.
“Kami akan menuntutnya," tulisnya.
Wali Kota Los Angeles Karen Bass juga menyalahkan pemerintahan Trump atas meningkatnya ketegangan, serta mengecam para demonstran yang melakukan aksi anarkis, termasuk membakar mobil dan melempar botol ke arah polisi.
“Saya tidak ingin warga terseret dalam kekacauan yang, menurut saya, sengaja diciptakan oleh pemerintah pusat,” ujar Bass dalam konferensi pers, Minggu (8/6).
Kerusuhan ini menjadi titik panas dari kampanye Trump dalam menindak imigrasi ilegal. Presiden dari Partai Republik itu berkomitmen mendeportasi imigran gelap secara besar-besaran dan menutup perbatasan AS–Meksiko. Ia juga memberi target kepada ICE (Imigration and Customs Enforcement) untuk menangkap sedikitnya 3.000 migran per hari.
Kepolisian Los Angeles melaporkan bahwa beberapa demonstran melempar benda berbahaya, termasuk proyektil beton dan botol, ke arah petugas. Beberapa mobil self-driving milik Waymo, anak perusahaan Alphabet, turut dibakar.
Polisi menunggang kuda dan pasukan antihuru-hara menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan massa. Rekaman video menunjukkan demonstran meneriakkan "Malu pada kalian!" sambil memblokir Jalan Tol 101 di pusat kota.
Kepala Polisi Kota Los Angeles, Jim McDonnell, menyatakan bahwa meski masyarakat berhak menyampaikan aspirasi secara damai, aksi kekerasan yang terjadi "menjijikkan" dan semakin tidak terkendali.
Sebanyak 10 orang ditangkap pada Minggu (8/6/2025) malam, dan 29 orang sehari sebelumnya. Jumlah ini kemungkinan terus bertambah seiring meluasnya demonstrasi.
Vanessa Cardenas, Direktur Eksekutif America's Voice, menuding pemerintah Trump sengaja menciptakan konfrontasi dengan menyalahgunakan kekuasaan atas nama penegakan imigrasi.
Menanggapi ancaman gugatan dari California, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyindir di media sosial. “Gavin Newsom tak berbuat apa-apa ketika kerusuhan besar terjadi selama berhari-hari di Los Angeles," tulisnya.
Sementara itu, Trump mengunggah pernyataan di media sosial, meminta Kepala Polisi McDonnell mempertimbangkan kembali pengerahan Garda Nasional. McDonnell menyatakan bahwa polisi belum mengambil keputusan final, tetapi akan melakukan penilaian ulang mengingat kekerasan yang semakin parah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




