Menlu Sugiono: Serangan Israel ke Iran Langgar Hukum Internasional
Minggu, 22 Juni 2025 | 16:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono secara tegas mengecam keras serangan Israel ke Iran di tengah invasi yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Sugiono menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran besar terhadap hukum internasional, sekaligus bukti nyata bahwa rezim Zionis semakin menjauh dari semangat perdamaian global.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri ke-51 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Istanbul, Turki, Sabtu (21/6/2025) waktu setempat.
Selain itu, Menlu Sugiono juga menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi keamanan dan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah yang terus memburuk.
“Serangkaian serangan terhadap Iran baru-baru ini menunjukkan bahwa Israel semakin mengabaikan perdamaian dan stabilitas kawasan,” tegas Sugiono, dikutip dari Antara, Minggu (22/6/2025).
Serangan Israel Dinilai Ancam Martabat Hukum Internasional
Sugiono menyoroti serangan Israel ke sejumlah fasilitas nuklir Iran yang menurutnya merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Ia merujuk pada pernyataan resmi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menegaskan bahwa fasilitas nuklir, apa pun kondisinya, tidak boleh menjadi sasaran serangan karena mengancam keselamatan manusia dan lingkungan.
“Agresi Israel terhadap Iran semakin mengancam martabat hukum internasional dan menggagalkan semua upaya menuju perdamaian yang adil,” ujarnya.
Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat
Menlu juga menyoroti krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai di Jalur Gaza, menyusul agresi militer Israel yang dimulai sejak Oktober 2023.
Hingga kini, lebih dari 55.900 warga Palestina telah tewas, mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak. Situasi itu diperparah dengan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga sipil.
Di wilayah Tepi Barat, Israel dituding terus melakukan pengusiran paksa dan perampasan tanah milik warga Palestina untuk pembangunan permukiman Yahudi, yang oleh komunitas internasional telah dinyatakan ilegal.
“Kejahatan tersebut semakin menimbulkan keraguan terhadap peluang terwujudnya solusi dua negara yang selama ini kita perjuangkan bersama,” kata Sugiono.
Desakan Diplomatik dan Kolaborasi Negara-negara Islam
Menghadapi realitas yang semakin memanas di kawasan, Sugiono menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperkeruh situasi.
Ia juga mendorong agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperkuat diplomasi kolektif untuk menekan Israel menghentikan pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Sugiono turut mengusulkan agar negara-negara anggota OKI meningkatkan kerja sama ekonomi antar sesama anggota, demi memperkuat solidaritas dan ketahanan kawasan.
“Kita perlu memperkuat kolaborasi diplomatik dan ekonomi, tidak hanya untuk Palestina, tapi juga untuk stabilitas seluruh kawasan,” ujar Menlu Sugiono.
Korban Jiwa di Iran Meningkat Akibat Serangan Israel
Menurut data resmi yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Iran, serangan Israel ke Iran selama sembilan hari terakhir telah menewaskan lebih dari 400 warga sipil dan militer, termasuk sejumlah tokoh penting.
Selain itu, lebih dari 3.056 orang luka-luka akibat rentetan serangan udara dan rudal.
Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap berbagai sasaran strategis di Iran sejak Jumat (13/6/2025), termasuk fasilitas nuklir, kompleks militer, hingga wilayah permukiman sipil.
Serangan Israel ke Iran ini merupakan kelanjutan dari eskalasi konflik yang telah memicu ketegangan internasional dalam beberapa pekan terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




