ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menlu China-Rusia Bertemu di Malaysia Bahas Program Nuklir Iran

Jumat, 11 Juli 2025 | 10:03 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Citra satelit Planet Labs PBC menunjukkan lokasi pengayaan nuklir bawah tanah Iran di Fordow setelah serangan udara AS pada Minggu 22 Juni 2025.
Citra satelit Planet Labs PBC menunjukkan lokasi pengayaan nuklir bawah tanah Iran di Fordow setelah serangan udara AS pada Minggu 22 Juni 2025. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com — Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (10/7/2025). Mereka membahas sejumlah isu strategis, termasuk perkembangan terbaru terkait program nuklir Iran.

Pertemuan bilateral ini berlangsung di sela-sela agenda diplomatik tingkat tinggi bersama negara-negara Asia Tenggara, dan menjadi momen penting pascaketegangan terbaru yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi menegaskan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi.

ADVERTISEMENT

“Penggunaan kekerasan tidak dapat membawa perdamaian, tekanan tidak dapat menyelesaikan masalah, dan dialog serta negosiasi adalah jalan keluar yang mendasar,” ujar Wang, dikutip dari Anadolu.

Wang juga menyatakan bahwa Beijing memperhatikan posisi Iran yang tetap berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Di saat yang sama, Tiongkok juga menghormati hak Iran dalam memanfaatkan energi nuklir secara damai, sesuai dengan Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) yang diikuti oleh Teheran.

Selain fokus pada Iran, kedua diplomat senior itu juga meninjau hubungan bilateral serta membahas sejumlah isu regional dan internasional, termasuk konflik Israel-Palestina yang masih menjadi perhatian utama berbagai pihak.

Konflik antara Israel dan Iran kembali mencuat bulan lalu, ketika Tel Aviv melancarkan serangan udara ke berbagai target strategis Iran—termasuk fasilitas militer, sipil, dan lokasi terkait program nuklir. Serangan itu kemudian memicu balasan dari Iran, dan memicu keterlibatan langsung dari Amerika Serikat.

Washington turut melancarkan serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir penting di Iran, yaitu Fordo, Natanz, dan Isfahan. Ketegangan selama 12 hari tersebut akhirnya mereda setelah diberlakukannya gencatan senjata pada 24 Juni, yang disponsori oleh Amerika Serikat.

Tiongkok dan Rusia sejak awal telah menyuarakan penolakan terhadap tindakan militer yang ditujukan pada Iran, termasuk kecaman keras atas serangan yang menyasar instalasi nuklir negara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

Iran Buka Opsi Nuklir Level Senjata jika Wilayahnya Kembali Diserang

INTERNASIONAL
Mojtaba Khamenei Bersumpah Lindungi Nuklir dan Rudal Iran dari AS

Mojtaba Khamenei Bersumpah Lindungi Nuklir dan Rudal Iran dari AS

INTERNASIONAL
AS dan Iran Saling Sindir dan Berdebat Tajam di Forum PBB

AS dan Iran Saling Sindir dan Berdebat Tajam di Forum PBB

INTERNASIONAL
Pengamat Singgung Soal Framing AS-Israel di Balik Isu Nuklir Iran

Pengamat Singgung Soal Framing AS-Israel di Balik Isu Nuklir Iran

INTERNASIONAL
Fakta Pengayaan Uranium Iran, Seberapa Dekat ke Bom Nuklir?

Fakta Pengayaan Uranium Iran, Seberapa Dekat ke Bom Nuklir?

INTERNASIONAL
Mengenal JCPOA, Deal Nuklir Iran yang Ditinggalkan Trump

Mengenal JCPOA, Deal Nuklir Iran yang Ditinggalkan Trump

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon