Juliana Marins Tewas di Rinjani, Autopsi Brasil: Hanya Hidup 15 Menit
Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil pemeriksaan atas Juliana Marins, 26 tahun, yang meninggal dunia setelah jatuh dari tebing saat mendaki Gunung Rinjani di Indonesia mengungkapkan hal yang sama dengan forensik di Indonesia.
Keluarga Juliana Marins memilih kembali melakukan autopsi di Brasil, setelah sebelumnya rumah sakit di Indonesia juga mengeluarkan hasil autopsi. Atas permintaan keluarga Juliana, jenazahnya menjalani autopsi ulang di Institut Medis Forensik Rio de Janeiro (IML).
Seperti dilansir dari Globo, Sabtu (12/7/2025), menurut para ahli forensik Brasil, mustahil untuk menentukan tanggal kematian secara akurat karena kondisi jenazah saat tiba di Brasil. Meskipun demikian, para ahli mengonfirmasi penyebab kematian: pendarahan internal yang disebabkan oleh cedera organ ganda akibat beberapa trauma, sesuai dengan benturan berenergi kinetik tinggi, yang umum terjadi pada kasus jatuh dari ketinggian.
Dokumen Brasil juga mengesampingkan kemungkinan kelangsungan hidup jangka panjang setelah benturan. Penilaian koroner IML adalah Juliana hanya dapat bertahan hidup maksimal 15 menit setelah jatuh.
Kantor Pembela Umum Federal, yang memantau kasus ini atas permintaan keluarga, mengumumkan akan mengadakan konferensi pers yang dihadiri oleh para ahli yang bertanggung jawab atas pemeriksaan di Brasil dan keluarga Juliana. Rincian laporan akan dipaparkan dan tindakan hukum lebih lanjut akan dibahas.
Minggu lalu, Kantor Pembela Umum telah menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke pengadilan internasional jika pihak berwenang Indonesia terbukti lalai dalam melakukan pencarian dan penyelamatan.
Kecelakaan itu terjadi pada pagi hari tanggal 21 Juni, ketika Juliana jatuh dari tebing curam di salah satu bagian jalur yang paling menantang. Bahkan setelah jatuh, ia ditemukan masih hidup melalui rekaman drone yang diambil oleh wisatawan Spanyol, sekitar 200 meter di bawah titik jatuhnya.
Menurut laporan forensik yang dilakukan di Indonesia, kematian perempuan Brasil tersebut terjadi antara pukul 01.15 dini hari tanggal 23 Juni dan pukul 01.15 dini hari tanggal 24 Juni. Jenazahnya baru ditemukan oleh para relawan yang membantu Basarnas, dan ditemukan sekitar 600 meter di bawah jejak awal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




