Larva di Kepala Ungkap Juliana Marins Tewas 32 Jam Usai Jatuh
Sabtu, 12 Juli 2025 | 18:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Autopsi ulang pada jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang meninggal dunia setelah jatuh dari Gunung Rinjani, menunjukkan perempuan itu meninggal 32 jam setelah jatuh pertama.
Setelah kembali ke Brasil, keluarga Juliana bersikeras meminta jenazah Juliana kembali diautopsi oleh otoritas Brasil. Autopsi ini pun mendapat sorotan dan pengawasan langsung dari Kantor Pembela Umum Federal Brasil.
Menurut dokter forensik di Kepolisian Sipil Rio, Reginaldo Franklinia, perempuan itu meninggal 32 jam setelah terjatuh pertama kali. Perkiraan waktunya adalah tengah hari tanggal 22 Juni.
“Larva ditemukan di kulit kepala dan dada Juliana. Kami berkonsultasi dengan dokter forensik yang menjadi rujukan dalam studi kasus ini, dan berdasarkan biologi serangga dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran tersebut, kami menghitung waktu tersebut secara retroaktif,” jelasnya seperti dilansir dari Globo, Sabtu (12/7/2025).
“Dengan cara inilah kami memperkirakan waktu kematian, yang kemungkinan terjadi pada tengah hari tanggal 22 Juni waktu setempat. Setelah jatuh terakhir yang lebih keras, ia meninggal dalam waktu 15 menit," ujar dokter forensik tersebut.
Atas permintaan keluarga Juliana, jenazahnya menjalani otopsi ulang di Institut Medis Forensik Rio de Janeiro (IML). Menurut para ahli forensik Brasil, mustahil untuk menentukan tanggal kematian secara akurat karena kondisi jenazah saat tiba di Brasil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




