Perluas Serangan ke Hamas, Israel Usir Warga dari Gaza Tengah
Minggu, 20 Juli 2025 | 16:56 WIB
Gaza, Beritasatu.com — Militer Israel pada Minggu (20/7/2025) memerintahkan evakuasi massal bagi warga Palestina di Jalur Gaza tengah, khususnya di wilayah Deir el-Balah, seiring dengan perluasan operasi militer terhadap militan Hamas di daerah yang disebut belum pernah mereka operasikan sebelumnya.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, menyampaikan melalui unggahan di platform X bahwa warga dan para pengungsi Palestina yang berlindung di Deir el-Balah diminta segera pindah ke selatan, menuju wilayah pesisir Al-Mawasi di Laut Mediterania demi keselamatan mereka.
“Israel memperluas aktivitas militernya di sekitar Deir el-Balah, termasuk ke area baru,” kata Adraee.
Sebagian besar dari lebih dari dua juta penduduk Gaza telah mengungsi sedikitnya satu kali sejak pecahnya perang yang kini memasuki bulan ke-22. Seruan evakuasi oleh Israel telah meliputi sebagian besar wilayah Gaza, memperparah krisis kemanusiaan yang berlangsung.
Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), hingga Januari lalu lebih dari 80 persen wilayah Jalur Gaza berada di bawah perintah evakuasi yang belum dicabut.
Keluarga para sandera yang disandera oleh Hamas sejak 7 Oktober 2023 menyatakan kekhawatirannya atas perluasan serangan militer, karena dikhawatirkan membahayakan nyawa orang-orang tercinta mereka yang masih berada di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, mereka mendesak pemerintah Israel untuk memberikan penjelasan rinci kepada publik mengenai rencana militer dan bagaimana strategi itu menjamin keselamatan para sandera.
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan kepada AFP bahwa serangan Israel semalam menewaskan sedikitnya tujuh orang di Kota Gaza dan wilayah selatan lainnya.
Sementara itu, militer Israel mengeklaim telah meningkatkan operasi darat di Jabalia, Gaza utara, dengan menewaskan puluhan teroris serta menghancurkan ratusan infrastruktur teroris.
Dalam operasi tersebut, pasukan Israel menemukan dan membongkar jaringan terowongan teror bawah tanah sepanjang 2,7 kilometer dengan kedalaman sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah.
Selama dua pekan terakhir, delegasi dari Israel dan Hamas melakukan perundingan tidak langsung yang dimediasi untuk menyepakati gencatan senjata selama 60 hari serta pembebasan 10 sandera yang masih hidup.
Dari total 251 orang yang disandera sejak tahun 2023, sebanyak 49 masih ditahan di Gaza, dengan 27 di antaranya dinyatakan telah tewas menurut militer Israel.
Aksi unjuk rasa juga terjadi di Tel Aviv pada Sabtu (19/7/2025), di mana keluarga sandera menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump untuk segera mengamankan pembebasan para sandera dan menghentikan perang.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencapai sedikitnya 58.765 orang, mayoritas merupakan warga sipil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




