Dukungan Pemilih Kulit Putih ke Trump Anjlok ke Titik Terendah
Kamis, 31 Juli 2025 | 20:09 WIB
Washington, Beritasatu.com – Tingkat persetujuan Presiden Donald Trump di kalangan pemilih kulit putih turun ke titik terendah sepanjang masa, menurut survei terbaru YouGov/Economist.
Survei yang dilakukan 25–28 Juli mencatat tingkat persetujuan Trump sebesar 47%, sedangkan 49% tidak setuju. Angka ini turun dibanding bulan lalu yang mencapai 50%. Secara keseluruhan, tingkat persetujuan bersih Trump berada di -15, terendah sepanjang masa jabatan keduanya.
Pemilih kulit putih selama ini menjadi basis politik utama Trump, khususnya kelompok tanpa gelar sarjana yang mendukung kebijakan imigrasi, ekonomi, dan identitas nasional. Namun, dukungan tersebut mulai melemah.
Hanya 39% pemilih kulit putih yang menilai arah negara semakin baik, turun 2 poin dari Juni 2025, sementara 53% menyatakan kondisi memburuk.
Tingkat persetujuan terhadap ekonomi Trump juga menurun menjadi 45%, dari 49% bulan sebelumnya. Persepsi terhadap inflasi memburuk dengan 54% responden tidak setuju pada kebijakan yang ada. Selain itu, 52% pemilih kulit putih percaya tarif baru yang akan diberlakukan pada 1 Agustus 2025 justru akan merugikan konsumen Amerika.
Selain faktor ekonomi, kontroversi berkas Jeffrey Epstein juga memengaruhi persepsi publik. Survei menunjukkan 56% pemilih kulit putih tidak setuju dengan penanganan Trump terhadap isu tersebut, bahkan 39% percaya Trump terlibat dalam kasus Epstein, meski tidak ada bukti yang mengonfirmasi tuduhan itu.
Profesor Ilmu Politik Universitas Webster William Hall menyebut kontroversi ini dapat menimbulkan keretakan di basis pendukung Trump, termasuk di kalangan pendukung MAGA yang selama ini loyal.
Data resmi menunjukkan ekonomi AS tetap tumbuh 3% pada kuartal II 2025, dengan pengangguran rendah dan belanja konsumen meningkat. Namun, inflasi naik menjadi 2,7% pada Juni 2025, menambah kekhawatiran pemilih.
Sebanyak 46% responden menilai kondisi perekonomian semakin buruk, sementara hanya 16% yang mengatakan situasi keuangan pribadi mereka lebih baik dibanding tahun lalu.
Kontroversi Epstein dan tekanan ekonomi meningkatkan ketidakpastian politik bagi Trump menjelang pemilu sela 2026. Apakah ia mampu mengembalikan dukungan dari pemilih kulit putih yang selama ini menjadi basis utama, masih menjadi pertanyaan besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




