Akui Palestina, PM Inggris Ditelepon Erdogan
Rabu, 6 Agustus 2025 | 09:19 WIB
Istanbul, Beritasatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, pada Senin (4/8/2025) waktu setempat. Dalam percakapan tersebut, Erdogan mengapresiasi pernyataan Starmer terkait pengakuan negara Palestina.
Menurut Direktorat Komunikasi Turki, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral, serta isu regional dan global, termasuk krisis kemanusiaan di Gaza.
Erdogan menegaskan situasi di Gaza telah mencapai titik kritis dan menekankan perlunya langkah konkret untuk menekan Israel agar menghentikan agresi, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan mendukung solusi dua negara.
“Ini bukan sekadar soal menyuarakan keprihatinan. Kita punya kewajiban kemanusiaan untuk bertindak,” tegas Erdogan, dikutip dari Anadolu, Rabu (6/8/2025).
Ia menambahkan, Turki akan terus mengirimkan bantuan ke Gaza dan mendukung upaya mediasi gencatan senjata.
Dalam pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Inggris, kedua pemimpin sepakat bahwa gencatan senjata segera, pembebasan sandera tanpa syarat, dan pencabutan blokade bantuan kemanusiaan merupakan langkah mendesak.
Starmer juga menegaskan komitmen Inggris untuk mengakui negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB pada September 2025, kecuali jika Israel mengambil langkah substantif menghentikan serangan di Gaza dan berkomitmen pada perdamaian jangka panjang.
“Posisi pemerintah kami jelas, negara Palestina yang berdaulat berdampingan dengan Israel yang aman adalah satu-satunya dasar bagi perdamaian abadi,” kata pernyataan resmi tersebut.
Selain isu Palestina, kedua pemimpin membahas Iran. Starmer menyatakan hanya jalur diplomasi yang bisa menghentikan ambisi nuklir Iran, dan mengapresiasi peran Turki sebagai tuan rumah perundingan baru-baru ini.
Erdogan dan Starmer juga menyinggung kemajuan kesepakatan ekspor jet tempur Typhoon buatan Inggris ke Turki. Mereka menyampaikan harapan untuk segera menandatangani kontrak resmi, melanjutkan nota kesepahaman pertahanan yang ditandatangani bulan lalu di Istanbul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




