Kejutan! TikToker Populer Bolivia Unggul di Putaran Pertama Pilpres
Jumat, 22 Agustus 2025 | 07:57 WIB
La Paz, Beritasatu.com – Pemilihan presiden Bolivia menghadirkan kejutan besar. Rodrigo Paz, seorang TikToker berpengaruh, unggul dalam putaran pertama pemilu dengan meraih 32,1% suara. Ia mengalahkan mantan presiden sayap kanan Jorge "Tuto" Quiroga, yang berada di posisi kedua dengan 26,8% suara.
Hasil ini mengejutkan banyak pihak. Hanya seminggu sebelum pemilu, jajak pendapat menempatkan Paz pada peringkat ketiga hingga kelima dari enam kandidat.
Rodrigo Paz (57 tahun), dikenal aktif mengunggah ratusan video di media sosial selama beberapa tahun terakhir. Ia berkeliling ke seluruh Bolivia, membangun citra sebagai sosok dekat dengan rakyat.
“Dia punya karisma yang sama dengan ayahnya. Dia tahu cara menjangkau rakyat,” kata Sara Medina, seorang pengacara berusia 51 tahun.
Paz bukanlah pendatang baru di dunia politik. Ia memiliki pengalaman lebih dari 2 dekade, pernah menjabat sebagai wali kota, anggota dewan, wakil senator, hingga senator dari Partai Demokrat Kristen. Ia juga merupakan putra mantan Presiden Jaime Paz Zamora yang memimpin Bolivia pada 1989–1993.
Berbeda dari para pesaingnya yang mengandalkan televisi dan kampanye tradisional, Paz memanfaatkan TikTok dan media sosial untuk menjangkau pemilih. Ia jarang menggunakan selebaran atau menyewa tempat besar untuk kampanye.
“Ini adalah contoh bagaimana keaslian dan penceritaan daring bisa mengalahkan mesin media massa dan uang tradisional,” ujar pakar politik Erick Hurtado.
Popularitas Paz semakin meningkat setelah memilih Edman “Kapten” Lara sebagai calon wakil presiden. Lara, juga selebritas media sosial, dikenal sebagai aktivis antikorupsi yang kerap menggunakan video dan siaran langsung untuk mengungkap pelanggaran polisi.
Sejak 2023, Lara aktif di Instagram dan TikTok, berhasil menarik puluhan ribu interaksi. Sementara itu, Paz mengklaim telah mengunjungi 220 dari 340 kota di Bolivia dalam empat tahun terakhir.
Rodrigo Paz dan Jorge Quiroga akan kembali bersaing pada putaran kedua yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2025. Para analis menilai tantangan Paz kini lebih berat karena ia bukan lagi kandidat kejutan.
“Mereka harus memperdalam program, memperluas narasi politik, serta waspada terhadap serangan lawan dan kontroversi di media sosial,” kata Hurtado.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




