Sempat Dirahasiakan, Sosok Putri Kim Jong Un Diungkap Pebasket AS
Jumat, 5 September 2025 | 12:10 WIB
Beijing, Beritasatu.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengejutkan publik internasional dengan membawa putrinya, Kim Ju-ae, dalam kunjungan resmi ke China pada Selasa (2/9/2025). Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat mengenai calon penerus kepemimpinan Korea Utara sekaligus simbol eratnya hubungan Pyongyang dan Beijing.
Saat turun dari kereta lapis baja di Stasiun Beijing, Kim Jong Un disambut pejabat tinggi Tiongkok dengan karpet merah. Di belakangnya, tampak Ju-ae, gadis berusia sekitar 13 tahun, berpakaian gelap, tersenyum sopan, dan selalu berada dekat sang ayah.
Kim Ju-ae diyakini lahir pada 2012 dan mulai muncul di publik sejak 2022, terutama dalam acara-acara militer. Media pemerintah bahkan sempat menyebutnya sebagai “pemimpin besar”, istilah yang biasanya digunakan untuk para tokoh tertinggi Korea Utara.
Sebelum tahun 2022, Ju-ae dirahasiakan oleh Korea Utara. Identitasnya terungkap ketika bintang basket Amerika Dennis Rodman mengunjungi Pyongyang pada tahun 2013 atas undangan Kim. "Saya menggendong bayi mereka, Ju-ae, dan berbicara dengan istri Kim," ujar Rodman kepada Guardian setelah kunjungan tersebut.

Ju-ae pertama kali muncul di media ketika ia dan ayahnya mengawasi uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 pada November 2022. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) saat itu menyebut Ju-ae sebagai "putri kesayangan Kim".
Kehadirannya di Beijing menjadi debut internasional pertamanya. Meski tidak ikut hadir di Lapangan Tiananmen pada parade militer 3 September, Ju-ae disebut tengah diperkenalkan pada panggung diplomasi global.
“Dengan menampilkan istri dan putrinya, Kim ingin menunjukkan hubungan tak terpisahkan antara keluarganya dan militer Korea Utara,” kata Leif-Eric Easley, profesor di Universitas Ewha, Seoul.
Para analis menilai perjalanan ini merupakan strategi suksesi. “Ini adalah langkah final menuju penunjukan Ju-ae sebagai penerus,” ujar Yang Moo-jin, Presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul.
Cheong Seong-chang dari Institut Sejong menambahkan, membawa putrinya juga menjadi pesan politik ke dunia bahwa Korea Utara sedang menyiapkan generasi baru pemimpin. Sementara Michael Madden, pakar Korea Utara dari Stimson Center, menyebut Ju-ae kini tengah dilatih protokol diplomatik yang akan berguna jika ia benar-benar menjadi pemimpin berikutnya.
Selain itu, Kim Jong-un dinilai ingin memperkenalkan Ju-ae kepada dua sekutu terdekatnya, China dan Rusia, sembari menekankan hubungan Pyongyang–Beijing layaknya “keluarga”.
Meski begitu, sejumlah analis seperti Rachel Minyoung Lee mengingatkan bahwa terlalu dini untuk memastikan Ju-ae sebagai suksesor resmi. Namun, keikutsertaannya di Beijing diyakini sebagai bagian dari kampanye suksesi yang mulai dibangun Kim Jong Un.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




