ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengapa Topan Ragasa Disebut Badai Terkuat Dunia pada 2025?

Selasa, 23 September 2025 | 14:25 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi Topan Badai
Ilustrasi Topan Badai (Wikipedia)

Hanoi, Beritasatu.com —  Topan dahsyat Ragasa menerjang Filipina dengan kecepatan angin 270 km/jam, menjadikannya badai terkuat di dunia sejak awal 2025.

Weather Network (TWN) yang berbasis di Kanada mencatat, Ragasa mencapai kecepatan angin 270 km/jam saat melanda Kepulauan Babuyan di Filipina utara pada 22 September. Angka tersebut melampaui badai super Erin di Atlantik Utara pada Agustus dan badai Errol di Samudra Hindia timur pada April lalu.

Menurut Pusat Badai Nasional AS, badai dengan kecepatan angin 252 km/jam atau lebih masuk kategori 5 dalam skala Saffir-Simpson. Topan sekuat ini mampu menghancurkan hampir semua bangunan, merobohkan pohon, menumbangkan tiang listrik, serta menyebabkan pemadaman listrik dan air dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Data awal menunjukkan satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat tanah longsor di wilayah utara Filipina saat Ragasa melintas.

Musim 2025 tercatat penuh badai berbahaya. Selain Ragasa, Topan Erin dan Errol masing-masing mencapai 260 km/jam, sementara dua badai kategori 4, Vince di Samudra Hindia (250 km/jam) dan Neoguri di Pasifik (235 km/jam), turut menambah daftar badai besar.

Para ahli meteorologi menilai kekuatan Ragasa dipicu suhu permukaan laut tinggi, kelembapan atmosfer besar, dan minimnya "geser angin" yang memungkinkan badai terus menguat.

Meski sedikit melemah setelah melewati Filipina, Topan Ragasa masih membawa angin 230 km/jam saat bergerak menuju tenggara China, menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) AS. Otoritas Tiongkok pun menetapkan keadaan darurat di Provinsi Guangdong.

Shenzhen menyiapkan evakuasi 400.000 warga pesisir, sementara Guangzhou dengan populasi lebih dari 18 juta jiwa kemungkinan mengeluarkan peringatan merah, level tertinggi peringatan topan. Hong Kong memperingatkan potensi kerusakan setara Topan Hato (2017) dan Mangkhut (2018). Di Makau, sekolah ditutup dua hari.

Mulai 23–26 September 2025, China selatan diperkirakan mengalami hujan lebat dan angin kencang. Semua kereta cepat dan reguler di Guangdong dihentikan sementara pada 24 September dan akan kembali beroperasi bertahap mulai 25 September.

Menurut prakiraan Vietnam, pada Kamis (25/9/2025) depan, Ragasa mencapai daratan Provinsi Guangzhou dengan angin level 12 dan hembusan hingga level 15, bergerak 20–25 km/jam ke barat laut. Sehari kemudian, badai melemah menjadi depresi tropis dengan angin level 6.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korban Tewas Topan Bualoi di Filipina Bertambah Jadi 26 Orang

Korban Tewas Topan Bualoi di Filipina Bertambah Jadi 26 Orang

INTERNASIONAL
Topan Ragasa Tewaskan 3 Orang di Filipina, Kini Ancam Hong Kong

Topan Ragasa Tewaskan 3 Orang di Filipina, Kini Ancam Hong Kong

INTERNASIONAL
BMKG: Topan Ragasa Melemah, Pergerakan Menjauhi Indonesia

BMKG: Topan Ragasa Melemah, Pergerakan Menjauhi Indonesia

OTOTEKNO
Topan Super Ragasa Terjang Filipina, 10.000 Warga Mengungsi

Topan Super Ragasa Terjang Filipina, 10.000 Warga Mengungsi

INTERNASIONAL
Topan Ragasa Hantam Hong Kong: Bandara Ditutup,, Warga Borong Makanan

Topan Ragasa Hantam Hong Kong: Bandara Ditutup,, Warga Borong Makanan

INTERNASIONAL
Demo Antikorupsi di Filipina Ricuh , Ratusan Ditangkap Termasuk Anak

Demo Antikorupsi di Filipina Ricuh , Ratusan Ditangkap Termasuk Anak

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon