Usai Korespondensi, Istri Trump Jalin Komunikasi dengan Putin
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:24 WIB
Washington, Beritasatu.com — Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, mengungkap bahwa dirinya dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjalin komunikasi langsung mengenai nasib anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia akibat dampak perang.
“Banyak hal telah terjadi sejak Presiden Putin menerima surat saya pada bulan Agustus. Beliau menanggapi dengan surat, menyatakan kesediaannya berbicara langsung dan mengklarifikasi informasi terkait anak-anak Ukraina yang kini tinggal di Rusia,” ujar Melania Trump, Jumat (10/10/2025).
Melania menuturkan bahwa sejak saat itu, ia dan Presiden Putin terus menjaga saluran komunikasi terbuka untuk memastikan kesejahteraan anak-anak tersebut. Ia menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, kedua belah pihak telah melakukan pertemuan dan pertukaran niat baik di balik layar.
Menurut Melania, perwakilannya bekerja sama langsung dengan tim Presiden Putin untuk membantu memulangkan anak-anak yang terpisah dari keluarga mereka akibat perang Rusia–Ukraina.
“Dalam 24 jam terakhir, telah terjadi delapan kasus reunifikasi anak-anak dengan kerabat mereka,” ungkap Melania, termasuk seorang anak yang sebelumnya sempat tertahan di wilayah konflik.
Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengadakan pertemuan puncak di Alaska pada 15 Agustus 2025, yang menjadi pertemuan AS–Rusia pertama dalam lebih dari empat tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Trump menyerahkan surat pribadi dari Melania Trump kepada Putin. Surat itu kemudian dibacakan secara terbuka di hadapan delegasi kedua negara.
“Yang terhormat Presiden Putin, setiap anak terlahir dengan mimpi dan harapan, baik mereka lahir di desa sederhana maupun kota besar. Anak-anak menginginkan cinta, peluang, dan rasa aman dari segala bahaya,” tulis Melania dalam suratnya.
Ia menegaskan pentingnya membangun dunia yang saling menghormati agar setiap anak dapat tumbuh dalam kedamaian. Melania juga menyampaikan harapannya agar Putin dapat “mengembalikan tawa dan kebahagiaan bagi anak-anak”, serta menegaskan bahwa melindungi kepolosan mereka berarti melayani kemanusiaan, bukan hanya Rusia.
Langkah Melania Trump ini disebut sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan Gedung Putih, yang berfokus pada perlindungan anak dan bantuan kemanusiaan lintas batas. Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah organisasi internasional, meski sebagian pengamat menilai langkah ini juga memiliki dimensi politik menjelang pemilihan presiden mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




