Invasi AS ke Venezuela Buat Permintaan Asuransi Penerbangan Melonjak
Kamis, 8 Januari 2026 | 05:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela berdampak langsung pada sektor penerbangan dan pariwisata.
Otoritas Penerbangan Federal AS atau Federal Aviation Administration (FAA) melarang pesawat sipil AS beroperasi di sejumlah wilayah Karibia. Kebijakan tersebut memicu kekacauan perjalanan, membuat ribuan wisatawan terdampar, liburan terganggu, atau biaya perjalanan membengkak.
“Para konsumen menjadi waspada berlebihan ketika mereka melihat kekacauan itu di berita,” ujar kepala bantuan disrupsi di Hopper, Patrick Steadman, seperti dilansir dari Forbes.
Ia menjelaskan, gangguan yang ramai diberitakan membuat konsumen semakin waspada terhadap risiko perjalanan.
Beberapa maskapai memang telah mengoperasikan penerbangan dan berupaya menambah jadwal serta memesan ulang penumpang yang terdampak. Namun hingga tiga hari setelah aksi militer tersebut, ribuan warga AS masih belum memiliki kepastian kepulangan.
Secara historis, periode ketidakpastian pemerintah atau geopolitik kerap mendorong lonjakan minat terhadap asuransi perjalanan. Kendati demikian, tidak semua peristiwa besar memicu peningkatan permintaan yang signifikan.
Sekitar 90% polis asuransi perjalanan yang dibeli melalui Squaremouth ditujukan untuk perjalanan internasional. “Sekitar 34% perjalanan yang dikutip pada Januari adalah ke Karibia atau Amerika Selatan,” ujar chief marketing officer Squaremouth, Jackie Mondelli, kepada Forbes.
Biaya asuransi perjalanan komprehensif umumnya berkisar 4% hingga 10% dari total biaya perjalanan, tergantung usia dan faktor risiko pelancong.
Opsi tambahan seperti cancel for any reason (CFAR), yang memungkinkan pembatalan perjalanan di luar alasan standar—misalnya kekhawatiran atas eskalasi geopolitik—dapat meningkatkan biaya polis rata-rata hingga 76%.
Sebagai ilustrasi, untuk perjalanan senilai US$ 4.000, biaya asuransi komprehensif bisa mencapai US$ 400, ditambah sekitar US$ 300 untuk opsi CFAR.
Meski tidak menjual asuransi perjalanan, Hopper menawarkan produk perlindungan perjalanan seperti bantuan disrupsi, yakni pemesanan ulang gratis ke maskapai lain jika terjadi keterlambatan atau pembatalan, serta produk pembatalan dengan alasan apa pun.
Setiap layanan tersebut dibanderol sekitar 10% dari harga perjalanan dan tersedia melalui Hopper, sejumlah maskapai, maupun portal pemesanan kartu kredit.
Asuransi perjalanan tidak selalu mencakup aktivitas militer. Senior director of operations Squaremouth, Chrissy Valdez, menegaskan pentingnya membaca ketentuan polis secara saksama.
“Perhatikan kata-kata seperti military dan government untuk mengetahui apakah termasuk pengecualian,” ujarnya.
Sebagian besar polis menyediakan jaminan pengembalian dana atau periode peninjauan ulang. “Jika masih dalam 10 hingga 14 hari sejak pembelian, konsumen dapat meminta pengembalian penuh dan mencari polis yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Valdez.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




