Dituding Tak Mau Singgung AS, Begini Respons Kemenlu
Kamis, 8 Januari 2026 | 22:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI buka suara menanggapi kritik sejumlah pihak terhadap pernyataan resmi pemerintah Indonesia terkait situasi di Venezuela yang dinilai terlalu normatif dan tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat (AS).
Sebagaimana diketahui, AS pekan lalu telah menggempur ibu kota Venezuela, Caracas, serta menculik Presiden Nicolas Maduro bersama Ibu Negara Cilia Flores.
Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa posisi Indonesia terhadap peristiwa di Venezuela sudah jelas dan berbasis prinsip.
“Let me make this clear. Posisi Indonesia, Bapak-Ibu, itu jelas dan berbasis prinsip. Kita menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap setiap tindakan yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan,” ujar Yvonne dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Yvonne menjelaskan, keprihatinan tersebut disampaikan karena Indonesia menilai tindakan semacam itu berisiko menciptakan situasi berbahaya serta mengganggu stabilitas kawasan dan internasional. Sikap tersebut, kata dia, telah tercermin dalam pernyataan resmi Pemerintah Indonesia.
Menurut dia, pemerintah Indonesia memilih menyampaikan sikap berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional, bukan melalui retorika yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Sambil kita terus mendorong upaya-upaya deeskalasi dialog dan perlindungan warga sipil. Dan kita minta semua pihak untuk mengedepankan kembali deeskalasi dialog dan perlindungan warga sipil itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yvonne menekankan bahwa sikap Indonesia dalam menyikapi peristiwa di Venezuela tetap berpegang pada norma-norma internasional dan upaya menjaga stabilitas. Di saat yang sama, pemerintah juga memprioritaskan keselamatan dan keamanan nasional.
Terkait spekulasi bahwa Indonesia tidak menyebut Amerika Serikat dalam pernyataannya untuk menghindari dampak terhadap kebijakan tarif resiprokal, Yvonne menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi.
“Saya tidak ingin berspekulasi soal itu,” ujarnya singkat menjawab pertanyaan wartawan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI merilis pernyataan resmi terkait situasi di Venezuela menyusul agresi Amerika Serikat ke Karakas.
Dalam pernyataan tersebut, Kemenlu menyatakan terus memantau perkembangan situasi serta kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela. Namun, rilis tersebut menuai kritik karena dinilai tidak secara eksplisit menyebut Amerika sebagai pihak yang melakukan serangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




