Warga Jepang Protes Sikap Diam PM Takaichi atas Invasi AS ke Venezuela
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:00 WIB
Tokyo, Beritasatu.com - Gelombang protes besar melanda Tokyo, Jepang, Jumat (9/1/2026) malam waktu setempat. Ribuan warga turun ke jalan mengecam sikap menghindar Perdana Menteri Sanae Takaichi terkait serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela serta rencana perombakan kebijakan militer Jepang yang dinilai berbahaya.
Aksi yang diinisiasi oleh berbagai kelompok sipil ini berpusat di depan kantor resmi perdana menteri sejak pukul 19.00 waktu setempat. Massa membawa poster bertuliskan "Kekuatan tidak menciptakan perdamaian" dan "Tegakkan Konstitusi", sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan Jepang dalam konflik bersenjata.
Sentimen publik memuncak setelah Washington melancarkan operasi militer skala besar untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya secara paksa. Namun, PM Takaichi justru menghindari pernyataan tegas terkait pelanggaran hukum internasional tersebut. Dalam unggahan media sosialnya, ia sengaja menghilangkan diksi hukum internasional dan hanya fokus pada keselamatan warga Jepang di sana.
"Sebagai pemimpin dari satu-satunya negara yang pernah menderita serangan nuklir, kegagalan Takaichi bersikap tegas adalah hal memalukan," ujar Moriya, salah satu pendemo dilansir dari Xinhua.
Peserta aksi lainnya, Motoko Kato menyatakan, telah kehilangan kepercayaan kepada pemerintah. Menurut dia, sikap bungkam Tokyo merupakan bentuk persetujuan diam-diam atas agresi militer tersebut. Warga menuntut Jepang menjauhkan diri dari aliansi yang menggunakan kekuatan koersif untuk menggulingkan kedaulatan negara lain.
Keresahan warga Jepang ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap pergeseran haluan politik keamanan nasional di bawah administrasi Takaichi. Sejumlah pihak menilai Jepang tengah melangkah terlalu jauh meninggalkan prinsip pasifisme demi menyelaraskan diri dengan ambisi militer Amerika Serikat pada panggung global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




