Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS, Presiden Ukraina Angkat Bicara
Senin, 5 Januari 2026 | 05:24 WIB
Kiev, Beritasatu.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan tanggapan atas penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan elite Delta Force Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky kepada wartawan di Kiev setelah ia bertemu dengan penasihat keamanan nasional dari negara-negara anggota Coalition of the Willing.
Zelensky dimintai komentarnya terkait operasi militer AS yang mengejutkan dan terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari di Caracas tersebut. Menanggapi hal itu, ia hanya menyampaikan pandangannya secara singkat.
“Yang bisa saya katakan adalah, jika AS dapat melakukan itu dengan para diktator, maka AS pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya," kata Zelensky, dikutip dari Fox News, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, rival Ukraina, Rusia melalui Kementerian Luar Negeri dengan tegas menyatakan pihaknya mengecam keras penangkapan Nicolás Maduro dan sang istri. Rusia mendesak Presiden AS Donald Trump untuk segera membebaskan Maduro. Rusia menyebut Maduro adalah presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat.
Setelah ditangkap oleh pasukan elite AS, Maduro kini ditempatkan di penjara federal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Penjara tersebut merupakan fasilitas yang terkenal bermasalah dan memiliki reputasi sangat buruk.
Mengutip laporan AP News, beberapa hakim bahkan pernah menolak mengirimkan tahanan ke sana, meskipun fasilitas ini juga pernah menampung narapidana terkenal seperti bintang musik R Kelly dan Sean "Diddy" Combs.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




