ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bukan hanya Maduro, Ini Pemimpin Dunia yang Pernah Ditangkap AS

Senin, 5 Januari 2026 | 13:30 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Nicolas Maduro saat ditangkap pihak AS.
Nicolas Maduro saat ditangkap pihak AS. (X/Twitter/@JacobBaker613)

Jakarta, Beritasatu.com - Amerika Serikat mengeklaim telah menagkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dalam sebuah operasi militer berskala besar yang langsung mengguncang dinamika politik kawasan.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai negara sekaligus menambah daftar panjang kasus penindakan Washington terhadap pemimpin negara lain.

Sejumlah preseden sebelumnya menunjukkan bahwa tindakan semacam ini pernah dilakukan AS terhadap kepala negara di berbagai belahan dunia. Lantas, siapa saja pemimpin negara yang bernasib sama dengan Maduro?

Penangkapan Nicolas Maduro

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran. Operasi tersebut dilaporkan berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) dan langsung mengguncang stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

Serangan militer itu menyasar pusat kekuasaan Venezuela di Caracas. Ledakan dan pengerahan pasukan ke jantung ibu kota memicu kepanikan warga serta menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik kota.

Selain itu, dalam operasi penangkapan tersebut, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan khusus Amerika Serikat.

Penggerebekan dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS, dengan pendampingan tim agen FBI yang terlibat langsung dalam operasi tersebut.

Setelah ditangkap, Maduro dibawa keluar dari Venezuela dan diterbangkan ke Amerika Serikat. Ia dilaporkan tiba di Manhattan menggunakan helikopter dari Pangkalan Udara Nasional Stewart, sebelum kemudian dipindahkan dengan kendaraan khusus menuju pusat tahanan Brooklyn, New York.

Maduro disebut akan menghadapi persidangan di pengadilan federal Manhattan dengan dakwaan serius berupa narkoterorisme. Kasus ini menandai salah satu tindakan paling ekstrem AS terhadap kepala negara yang masih berkuasa.

Manuel Noriega

Sebelum Maduro, Amerika Serikat pernah menangkap pemimpin negara lain melalui invasi militer langsung. Salah satu contoh paling menonjol adalah Manuel Noriega, pemimpin militer dan penguasa de facto Panama.

Pada 1989, AS melancarkan invasi ke Panama dengan dalih melindungi warga negaranya, menentang praktik tidak demokratis, memberantas korupsi, serta menghentikan perdagangan narkoba ilegal.

Setahun sebelumnya, Noriega telah didakwa di Miami atas tuduhan penyelundupan narkoba, pola yang kini kembali terlihat dalam kasus Maduro.

Noriega dikenal memaksa Presiden Nicolas Ardito Barletta mundur pada 1985, membatalkan pemilu 1989, serta mendorong sentimen anti-Amerika di Panama. Invasi ke Panama tersebut tercatat sebagai operasi tempur terbesar AS sejak Perang Vietnam.

Setelah ditangkap, Noriega diterbangkan ke Amerika Serikat untuk diadili berdasarkan dakwaan di Miami. Ia dipenjara hingga 2010 sebelum diekstradisi ke Prancis untuk menghadapi perkara lain, lalu dipulangkan ke Panama setahun kemudian. Noriega akhirnya meninggal dunia di penjara Panama pada 2017 saat menjalani hukuman atas kejahatannya.

Saddam Hussein

Kasus lain yang tak kalah besar adalah penangkapan Presiden Irak Saddam Hussein. Ia ditangkap oleh pasukan AS pada 13 Desember 2003, sekitar sembilan bulan setelah invasi dan pendudukan Irak yang dipimpin Amerika Serikat dimulai.

Invasi tersebut didasarkan pada klaim intelijen bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Namun, klaim itu kemudian terbukti tidak berdasar karena tidak ada senjata semacam itu yang pernah ditemukan.

Menariknya, Saddam sebelumnya merupakan sekutu penting Washington, terutama saat perang Irak-Iran pada dekade 1980-an yang menelan korban sekitar satu juta jiwa.

Menjelang invasi 2003, AS juga menuduh Saddam mendukung kelompok bersenjata seperti al-Qaeda, tuduhan yang kembali tidak terbukti.

Saddam akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah lubang dekat Tikrit, kota kelahirannya. Ia diadili di pengadilan Irak, divonis mati atas kejahatan terhadap kemanusiaan, dan dieksekusi dengan cara digantung pada 30 Desember 2006.

Juan Orlando Hernandez

Daftar pemimpin yang ditangkap AS juga mencakup Juan Orlando Hernandez, mantan presiden Honduras. Ia ditangkap di kediamannya di Tegucigalpa pada Februari 2022 dalam operasi gabungan agen AS dan pasukan keamanan Honduras, hanya beberapa hari setelah lengser dari jabatannya.

Pada April 2022, Hernandez diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan keterlibatan dalam korupsi serta perdagangan narkoba ilegal. Proses hukum berjalan cepat, dan pada Juni tahun yang sama ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.

Namun, perkembangan mengejutkan terjadi ketika Hernandez mendapat pengampunan dari Presiden AS Donald Trump pada 1 Desember 2025.

Beberapa hari setelah pembebasan tersebut, jaksa Honduras justru mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadapnya, memperkeruh situasi hukum dan politik di negara itu.

Rangkaian kasus ini menunjukkan pola yang berulang, di mana Amerika Serikat menggunakan kombinasi kekuatan militer, tekanan politik, dan penegakan hukum internasional untuk menindak pemimpin negara lain. Dalam banyak kasus, alasan yang dikemukakan berkisar pada narkoba, terorisme, atau pelanggaran hak asasi manusia.

Namun, langkah tersebut kerap memicu perdebatan global mengenai kedaulatan negara dan standar ganda dalam politik internasional. Kasus Maduro kembali menempatkan isu ini di tengah perbincangan dunia.

Penangkapan Nicolas Maduro menegaskan bahwa ia bukan satu-satunya pemimpin negara yang pernah ditangkap Amerika Serikat. Dari Manuel Noriega, Saddam Hussein, hingga Juan Orlando Hernandez, sejarah mencatat bahwa Washington tidak segan mengambil langkah ekstrem terhadap kepala negara yang dianggap mengancam kepentingannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dilema Kedaulatan Negara pada Kasus Intervensi AS ke Venezuela

Dilema Kedaulatan Negara pada Kasus Intervensi AS ke Venezuela

INTERNASIONAL
Terungkap, Maduro Jual 113 Ton Emas Venezuela ke Swiss

Terungkap, Maduro Jual 113 Ton Emas Venezuela ke Swiss

EKONOMI
Profil CIA dan Delta Force, Otak serta Otot Operasi Penangkapan Maduro

Profil CIA dan Delta Force, Otak serta Otot Operasi Penangkapan Maduro

INTERNASIONAL
Negara-negara yang Diincar Donald Trump Seusai Maduro Ditangkap

Negara-negara yang Diincar Donald Trump Seusai Maduro Ditangkap

INTERNASIONAL
Strategi Pemerintah Antisipasi Konflik Venezuela

Strategi Pemerintah Antisipasi Konflik Venezuela

EKONOMI
AS Tangkap Presiden Venezuela, Langgar Hukum Internasional?

AS Tangkap Presiden Venezuela, Langgar Hukum Internasional?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon